7 Pesan politik SBY untuk GP Ansor
Merdeka.com - Di Harlah ke-80 Gerakan Pemuda (GP) Ansor di JX Internasional Jalan A Yani, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu malam (4/1), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkap kebahagiaannya bisa hadir di dua acara besar di provinsi paling timur Pulau Jawa ini.
"Secara pribadi saya bersyukur dan bahagia, karena bisa menghadiri acara Haul ke 4 Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) di Ponpes Tebuireng, Jombang. Kemudian malam ini menghadiri Harlah GP Ansor di Surabaya," kata SBY dalam pidatonya.
Presiden asal Partai Demokrat itu, juga memberi menyampaikan tujuh poin pesan penting bagi GP Ansor. Apakah itu?
Pertama, kata SBY, GP Ansor harus bisa menjadi benteng bagi Pancasila dan NKRI. Kemudian menjadi pelopor bagi kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara dengan menjaga kerukunan dan kedamaian.
Poin ketiga, GP Ansor harus bisa berada di garda depan menghadapi gerakan ekstrem, radikal dan terorisme. "Jaga bumi nusantara ini dari orang yang tak bertanggung jawab dari gerakan-gerakan ekstrem, radikal terorisme," katanya.
Sedangkan yang keempat, salah satu Badan Otonom (Banom) NU itu ikut aktif dan berkontribusi dalam gerakan ekonomi kerakyatan melalui usaha mikro untuk mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan.
Poin kelima soal pendidikan termasuk pondok pesantren, yang mampu menjadikan rakyat Indonesia menjawab tantangan zaman. "Harapan Ketua Umum GP Ansor (Nusron Wahid) menjadikan pendidikan salafiyah di pondok pesantren agar diformalkan, sudah didengar oleh Mendikbub (M Nuh), insya Allah segera terwujud," katanya meyakinkan hadiri.
Keenam, SBY meminta GP Ansor ikut mengawasi dan menyukseskan program Persoalan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS). Dan tahun ini (2014), kata SBY lagi, dimulai dari 120 juta penduduk di seluruh Indonesia.
"Program ini terbesar di dunia jika dilihat dari jumlahnya. Kalau ada hambatan ikutlah awasi karena ini program yang sangat baik," jelasnya.
Dan yang terakhir, yaitu poin yang ketujuh, presiden kelahiran Pacitan itu mengajak GP Ansor ikut berkontribusi di Pemilu 2014, menciptakan Pemilu damai, tertib dan lancar serta demokratis. "GP Ansor dan NU saya harap bisa menjadi pelopor dan garda bagi suksesnya pemilihan umum tahun ini."
Dan sebelum mengakhiri pidatonya, SBY berjanji, kendati sudah tak jadi presiden lagi nanti, dia akan selalu dekat dengan NU dan Ansor. "Meskipun saya nanti tak lagi jadi presiden saya tetap dekat dengan Ansor sebab saya adalah sahabat Ansor dan NU," pungkasnya yang kemudian disambut tepuk tangan hadirin.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya