Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Korban selamat insiden PLTA Wampu masih dirawat, 3 kritis

7 Korban selamat insiden PLTA Wampu masih dirawat, 3 kritis Ilustrasi Pasien. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tujuh korban selamat dalam insiden di terowongan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA) Wampu di Desa Rai Tengah, Kuta Buluh, Karo, Sumut, Rabu (24/2), masih menjalani perawatan di RS Efarima Etaham, Kabanjahe, Kamis (25/2). Tiga di antaranya dalam kondisi kritis.

Sementara, 6 korban tewas yang sempat disemayamkan di RS Efarina Etaham, sudah diserahkan ke keluarga masing-masing. Mereka sudah dibawa ke daerah asalnya.

Para korban selamat masih dalam kondisi memprihatinkan. Tiga di antaranya bahkan masih kritis dan masih dirawat di ruang Intensif Care Unit (ICU). Mereka mengalami luka bakar lebih dari 90 persen.

Kondisi 4 korban lain juga cukup parah. Mereka mengalami luka bakar 50 persen lebih. Namun, keempatnya sudah melewati masa kritis setelah menjalani operasi.

Dokter yang menangani ketujuhnya menyatakan pemulihan korban tidak mudah dan memerlukan waktu.

"Proses pemulihan korban terbilang tidak mudah, karena tingginya efek luka bakar yang dialami masing-masing korban," kata dr Albert.

Seperti diberitakan, 6 pekerja tewas dan 7 lainnya luka ketika kecelakaan di terowongan pada proyek pembangunan PLTA Wampu di Desa Rih Tengah, Kuta Buluh, Karo, Sumut, Rabu (24/2) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat kejadian 13 pekerja tengah berada di terowongan pada proyek PT Wampu Electric Power (WEP) itu. Diduga ada gas yang masuk ke lokasi sehingga percikan api memantik ledakan dan membakar para pekerja.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP