7 Jam autopsi, peluru bersarang di otak Fransiskus dan istri anaknya
Merdeka.com - Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang menuntaskan proses autopsi terhadap empat jenazah keluarga Fransiskus Xaverius Ong (47). Hasilnya, masing-masing peluru bersarang di bagian otak para korban.
Dokter forensik, Kompol Mansuri mengungkapkan, seluruh proyektil sudah berhasil diangkat dari kepala korban. Posisi proyektil peluru berada di otak setelah menembus tempurung.
"Kami autopsi dari pukul empat sore kemarin sampai sebelas malam tadi. Pelurunya sudah diangkat dan semuanya bersarang di bagian otak," ungkap Mansuri, Kamis (25/10).
Melihat dari kondisi tersebut, tembakan dilakukan dengan jarak dekat, tak lebih dari 30 centimeter. Proyektil pelurunya telah diserahkan ke penyidik untuk keperluan penyelidikan.
"Kemungkinan besar ditembak dari jarak dekat," ujarnya.
Terkait siapa yang tewas lebih dulu, Mansuri enggan menyebutkan. Dia menilai masalah itu wewenang penyidik untuk mengungkapkannya.
"Soal itu nanti disampaikan penyidik, bukan wewenang saya," ucapnya.
Seluruh jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga. Saat ini, jenazah Fransiskus beserta anak istrinya disemayamkan di rumah duka RS RK Charitas Palembang.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya