Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Fakta menarik Spanyol versus Italia

7 Fakta menarik Spanyol versus Italia Fernando Torres dihadang Gianluigi Buffon

Merdeka.com - Kompetisi Piala Eropa 2012 sudah memasuki partai puncak. Tim nasional Italia akan menantang juara bertahan Spanyol di Olympic Stadium Kiev, Ukraina, Minggu 1 Juli 2012 atau Senin dini hari (2/7) waktu Indonesia.

Pertandingan bergengsi tersebut penuh dengan berbagai prediksi. Tak ketinggalan, pemetaan kekuatan skuad masing-masing, termasuk head to head pemain di setiap lini. Namun, yang tidak boleh dilupakan adalah faktor keberuntungan dan sejumlah kebetulan. Apa saja? ini dia fakta menarik seputar kedua tim yang akan bertarung di laga final.

1. Hari istirahat ekstra. Memiliki hari istirahat ekstra ternyata bukan jaminan sebuah tim tampil lebih baik dan meraih kemenangan. Contohnya, Portugal dan Jerman yang mengantongi dua hari istirahat ekstra sebelum berlaga di semifinal, nyatanya, rival masing-masinglah yaitu Spanyol dan Italia justru berhasil melangkah ke babak final. Hal ini juga terjadi empat tahun lalu, di mana Spanyol punya waktu istirahat lebih sedikit tetapi La Furia Roja justru mengalahkan Rusia di semifinal dan membungkam Jerman di final. Akankah kali ini giliran Italia?

2. Tahun ini bukan tahun yang baik untuk tim yang berkostum merah seperti AC Milan, Manchester United, Barcelona. Masing-masing hanya menjadi runner up di liganya.

3. Tahun 2012 juga sepertinya berpihak pada tim yang berkostum biru seperti Manchester City (juara EPL), Chelsea (juara champion).

4. Berdasarkan kalender China, tahun 2000 adalah tahun naga logam, saat Italia melaju ke final menghadapi Prancis sama-sama berkostum warna dasar biru dan Prancis menjadi juara Euro 2000. Sekarang, tepat 12 tahun kemudian yaitu 2012, tahun naga berulang, tapi kali ini adalah naga air. Italia (kostum dasar biru) akan menghadapi Spanyol (kostum dasar merah).

5. Liga Champions dengan Piala Eropa ternyata memiliki sebuah kebetulan yang berkaitan dengan juaranya. Sejak Piala Eropa 2004 ada hubungan warna kaus tim juara dengan warna kaus pemenang Liga Champions.

Di tahun 2004, FC Porto yang menjadi juara Liga Champion memakai kostum dengan warna putih dan biru. Secara kebetulan Yunani yang juga memakai kostum yang sama menjadi juara Piala Eropa.

Tahun 2008, Manchester United yang menjadi juara Liga Champion memakai kostum merah secara kebetulan juara Piala Eropa juga memakai kostum merah yaitu Spanyol. Untuk tahun 2012, Chelsea yang menggunakan kostum biru menjadi juara Liga Champion. Mungkinkah ini pertanda untuk Italia yang juga memakai kostum biru di pertandingan final Piala Eropa 2012?

6. Skandal pengaturan skor yang terjadi di Liga Italia pada tahun ini mengingatkan pada kejadian yang sama pada tahun 2006 saat Italia menjadi juara dunia di Jerman. Skandal Scommessopoli, mirip-mirip dengan kasus Calciopoli yang membuat Juventus dihukum degradasi ke Seri B tidak mempengaruhi penampilan Gianluigi Buffon dkk.

Pada tahun 1980 Skandal perjudian Totonero juga menggemparkan Seri A dan Seri B Liga Italia. Beberapa pemain diketahui mengatur hasil pertandingan untuk mendapatkan uang. Para tokoh utama dalam skandal ini adalah AC Milan, Lazio, Perugia, Bologna, Avellino (Seri A), Taranto dan Palermo (Seri B). Meski tersandung skandal, timnas Italia kemudian memenangkan Piala Dunia 1982 yang digelar di Spanyol.

7. Kegagalan di kejuaraan tenis Wimbledon. Faktor kebetulan yang satu ini terkait tim Spanyol. Keberhasilan La Furia Roja meraih trofi juara Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010 disertai kesuksesan petenis papan atas Negeri Matador, Rafael Nadal. Di tahun yang sama, petenis peringkat 2 dunia itu juga menjuarai turnamen Grand Slam Wimbledon di London, Inggris. Namun, di tahun ini, langkah Nadal sudah terhenti di babak II. Lagi-lagi, apakah ini sinyal kegagalan Spanyol di final Piala Eropa 2012?

Tentu saja semua kebetulan atau keberuntungan di atas, meski didasarkan pada fakta yang terjadi, tidak dapat dijadikan patokan sahih untuk memprediksi kemenangan salah satu tim.

Jika Italia menjadi kampiun, maka fakta-fakta di atas akan dikenang sebagai sejarah yang berulang, atau tanda-tanda alam sebagai alibi pembenaran. Sebaliknya, jika Spanyol yang menjadi juara, maka orang bisa berkata, sejarah adalah masa lalu yang tidak menentukan hasil di lapangan. Bahkan Spanyol akan mencatatkan sejarah dengan menjadi tim pertama yang bisa memenangkan tiga turnamen utama secara beruntun. (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP