Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

68 WNI ABK Diamond Princess Hari Ini Diturunkan ke Pulau Sebaru, Satu Masih Ditahan

68 WNI ABK Diamond Princess Hari Ini Diturunkan ke Pulau Sebaru, Satu Masih Ditahan ABK Diamond Princess di KRI dr Soeharso. ©2020 Antara

Merdeka.com - Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona jenis baru COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, 68 Warga Negara Indonesia (WNI) Anak Buah Kapal (ABK) Diamond Princess, hari ini bakal ditempatkan di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, untuk menjalani karantina.

Menurut Yurianto, pemindahan puluhan ABK Diamond Princess dari KRI dr Soeharso-990 sempat terkendala belum tersedianya laboratorium di Pulau Sebaru Kecil.

"Kapal Diamond Princess ini baru hari ini akan kita turunkan dari kapal, jumlahnya 69. Kemarin belum sempat diturunkan karena memang laboratoriumnya belum selesai. Ini laboratorium sudah selesai jadi kita akan turunkan mereka ke Pulau Sebaru," kata Yurianto di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (4/3).

Yurianto mengatakan, puluhan ABK Diamond Princess itu nantinya bakal menjalani karantina bersama 188 ABK pesiar World Dream yang lebih dulu diobservasi di Pulau Sebaru Kecil.

"Nanti akan bergabung dengan mereka di sana," kata dia.

Dia menjelaskan, secara keseluruhan kondisi puluhan ABK Diamond Princess baik. Namun menurut Yurianto, satu ABK masih di KRI dr Soeharso-990 karena mengaku mengalami gejala batuk.

"Sejauh ini keseluruhan tidak ada keluhan yang terkait dengan related Covid-19. Tidak ada panas dan sebagainya, hanya memang namanya di kapal senyaman-nyamannya masih lebih nyaman di Pulau. Hari ini secara bertahap nanti akan kita turunkan," ujar dia.

"Mungkin masih ada satu yang kita tahan di kapal. karena beberapa hari lalu dia ngeluh batuk. Oleh karena itu kita akan ambil lagi spesimennya. kalau yang lainnya tidak, aman," sambung Yurianto, yang juga Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, ini.

Kendati satu ABK masih dicek spesimennya, dia berharap hasil baik. Termasuk ABK Diamond Princess yang hari ini dipindahkan ke Pulau Sebaru Kecil.

"Mudah-mudahan semuanya oke. Besok paling tidak kami bisa clear semua dan itu tidak ada masalah karena kapal itu ada di lepas pantainya Pulau Sebaru. Sehingga kami lihat-lihatan dengan mereka tidak masalah," pungkas Yurianto.

Sebagai informasi, 69 orang WNI tersebut terdiri dari 67 pria dan 2 wanita, dengan 23 pendamping yang terdiri dari 11 kru Pesawat dan 12 tim medis.

188 WNI Kru World Dream Sudah di Karantina di Pulau Sebaru Kecil

Diketahui, pekan lalu, 188 WNI kru kapal World Dream saat ini sudah dipindahkan ke KRI dr Soeharso ke Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, untuk menjalani observasi.

"Pemindahan dari Batam sudah dilakukan dari World Dream ke KRI dr Soeharso, sudah finish (selesai), sudah clear (beres)," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto, saat dihubungi, Rabu (26/2).

Selanjutnya, ratusan WNI tersebut akan menjalani observasi ulang yang ditujukan untuk memastikan kembali mereka benar-benar bebas dari COVID-19 karena sebelumnya mereka sudah dinyatakan bebas dari infeksi virus corona oleh otoritas kesehatan Hong Kong.

Achmad Yurianto memperkirakan KRI dr Soeharso tiba di Sebaru Kecil sekitar dua hari lagi karena perjalanan dari Selat Durian, Kepulauan Riau, menuju Pulau Sebaru Kecil membutuhkan waktu sekitar 24 jam plus 17 jam.

Di Pulau Sebaru Kecil, kata dia, sudah ada fasilitas observasi yang aman dan memenuhi standar kesehatan.

Observasi terhadap anak buah World Dream, menurut dia, dilakukan di fasilitas yang sebelumnya dirancang untuk klinik rehabilitasi bagi pecandu narkoba di Sebaru Kecil.

"Ada delapan bangunan inti yang besar dua lantai seperti cottage bisa menampung 200 orang. Ada aula, ruang makan, dapur dan mes," katanya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP