6.000 Gerilyawan eks ISIS kembali ke rumah, Uni Afrika serukan waspada
Merdeka.com - Lebih dari 6.000 masyarakat Afrika yang sempat berperang untuk kelompok negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) sudah kembali ke rumah. Pejabat Keamanan Tinggi Uni Afrika memperingatkan dan meminta negara-negara untuk bersiap jika ancaman terjadi.
Puluhan ribu pejuang asing dari berbagai belahan dunia bergabung dengan kelompok ekstremis setelah merebut wilayah Irak dan Suriah dan mengumumkan kekhalifahan pada tahun 2014.
Tahun lalu, kelompok tersebut sudah mengalami sejumlah kekalahan. Satu per satu wilayah yang dikuasainya direbut. Kekuatan militer ISIS juga terus menurun. Kerugian besar yang diderita ISIS memicu kekhawatiran, salah satunya pejuang asing yang saat ini mungkin pindah, dan membawa ancaman kekerasan di tanah air mereka.
"Ada laporan dari 6.000 pejuang Afrika di antara 30.000 pejuang asing yang bergabung dengan kelompok teroris ini di Timur Tengah," kata Smail Chergui, komisaris AU untuk perdamaian dan keamanan, seperti dilansir dari Al Arabya, Selasa (12/12).
"Negara-negara Afrika perlu bekerja sama satu sama lain dan berbagi intelijen untuk melawan gerilyawan yang kembali," kata dia dalam sebuah pertemuan di Algiers, menurut kantor berita Pers Pers Aljazair.
"Kembalinya pejuang-pejuang ini ke Afrika merupakan ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas nasional kita, dan memerlukan perlakuan khusus dan kerja sama yang intens antara negara-negara Afrika." tambahnya.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya