Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Ton daging ayam busuk asal Surabaya dimusnahkan di Samarinda

6 Ton daging ayam busuk asal Surabaya dimusnahkan di Samarinda Pemusnahan daging ayam busuk di Samarinda. ©2016 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Enam ton daging ayam potong busuk asal Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/7) sore, dimusnahkan di lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur. Daging ayam potong itu rencananya dijual di mini market dan swalayan di Samarinda.

Pemusnahan dilakukan dengan cara menimbunnya di areal TPA Sambutan, yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota Samarinda, berada di areal tambang batu bara jalan poros Samarinda ke Anggana, Kutai Kartanegara. Sebelum ditimbun, lahan TPA digali menggunakan ekskavator.

"Ini bukan pengiriman ilegal, ini resmi. Dikhawatirkan jangan sampai daging ayam yang rusak dalam pengiriman ini, dikonsumsi masyarakat kita," kata Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Samarinda Syamsu Alam, Kamis (21/7) sore.

Enam ton daging ayam potong dalam kontainer itu, didatangkan dari Surabaya, dan tiba di pelabuhan peti kemas Palaran Samarinda. Menurut Syamsu, stasiun Karantina Pertanian kelas I Samarinda, telah mengingatkan agen dan pemiliknya, tidak menjualnya ke masyarakat.

"Kita menemukan daging ayam itu sudah rusak. Kita mengingatkan pemilik dan agen, jangan dikomsumsi, jangan dijual. Ya, daging ayam ini dikirim menggunakan kapal meratus, dalam kontainer dari Surabaya," ujar Syamsu.

pemusnahan daging ayam busuk di samarinda

Pemusnahan daging ayam busuk di Samarinda ©2016 merdeka.com/nur aditya

"Rencananya memang akan didistribusikan kepada penerima. Sebelum tersebar dan diperjualbelikan, terlebih dulu dilakukan pemeriksaan di pelabuhan peti kemas Palaran," tambahnya.

"Sebelum dijual ke masyarakat, kita sudah lakukan pemeriksaan sebagai tindakan karantina. Hasilnya, ya kita temukan tidak layak konsumsi," terangnya lagi.

Ditanya lebih jauh penyebab membusuknya daging ayam dalam kontainer itu, dikarenakan pendingin dalam kontainer, tidak berfungsi sebagaimana mestinya. "Dagingnya rusak, pendinginnya juga rusak, tidak memenuhi standar pendinginan, tidak berfungsi selama perjalanan pengiriman," sebut Syamsu.

"Tidak layak konsumsi itu, dalam kondisi standar pendinginan itu di bawah minus 20 derajat. Kalau tidak sampai minus 20 derajat, akan membusuk dan tidak layak dikonsumsi," jelasnya.

"Supaya tidak dijual ke masyarakat, ya kita musnahkan. Ini tindakan preventif dari stasiun karantina," ungkap Syamsu.

Sementara, Kasi Pelayanan Operasional Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Samarinda Ozy Fachrurozie menambahkan, saat petugas karantina membuka isi kontainer, memang menemukan daging ayam itu dalam kondisi meleleh.

"Kita buka ada leleran, istilahnya meleleh. Ya memang rencananya ini akan didistribusikan ke market Samarinda, ke swalayan, ke mini market," sebut Ozy. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP