Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 PSK diciduk di wilayah perbatasan RI-Timor Leste

6 PSK diciduk di wilayah perbatasan RI-Timor Leste Ilustrasi Prostitusi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Heri Wiranto mengakui bisnis prostitusi saat ini mulai merambah wilayah perbatasan RI-Timor Leste, khususnya di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara dan Atambua, Kabupaten Belu.

"Kami baru tahu dan setelah ditelusuri bisnis prostitusi di wilayah perbatasan ini justru telah terjadi sejak tahun 2015," kata Heri di Kupang, Senin (20/6).

Hal ini disampaikannya menanggapi hasil penelitian yang dilakukan oleh End Child Prostitution, Pornography and Traficking for Sexual Purposes (ECPAT), PLAN Internasional dan Terre Des Hommes, yang menemukan adanya bisnis prostitusi keliling di daratan Pulau Timor bagian barat Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste.

Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (TTU) menindaklanjuti hasil penelitian tersebut dengan melakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat) pada sejumlah hotel di Kota Kefamenanu, yang dicurigai sebagai tempat mangkalnya para pekerja seks komersial (PSK).

Ketika digelar operasi Pekat pada Minggu (19/6) yang dipimpin AKP Virgilio, kepolisian setempat berhasil menciduk enam orang PSK, yang salah satu di antaranya masih berusia 18 tahun asal Manado, Sulawesi Utara.

Keenam PSK itu mengaku dibawa dari Kupang dengan sebuah mobil rental oleh para penyalur PSK di perbatasan.

Ada PSK yang mengaku berasal dari Kupang, Jawa, Kalimantan, Manado dan Nusa Tenggara Barat, berusia antara 17-30 tahun. Ada yang masih berstatus sebagai pelajar SMA , mahasiswi , SPG Rokok, dan sales produk jual.

"Cara kerja mereka yaitu dipesan dari Kefamenanu kepada penyalur yang berada di Kupang kemudian PSK diantar oleh mobil rental dari Kupang, setelah sampai di Kota Kefamenanu PSK sudah disiapkan tempat penginapan oleh pemesan (penyalur) berada di Kefamenanu," ujar Heri.

Mantan Danrem 163/Wirasatya Denpasar itu mengatakan para PSK itu juga sering ditawarkan oleh penyalur yang berada di Kefamenanu kepada tamu khususnya pria hidung belang dari Timor Leste dengan tempat kencan di hotel dan losmen yang ada di Kota Kefamenanu.

Setelah selesai melakukan aktivitas seks di Kefamenanu, para PSK tersebut kemudian bergeser ke Atambua, ibu kota Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.

"Seharusnya yang lebih berkompeten untuk melakukan penanganan dan penindakan adalah pemerintah daerah dengan mengerahkan unsur satuan dari Satpol PP dan dinas terkait untuk memberantasnya," tukasnya seperti dilansir dari Antara.

Menurutnya, jika bisnis prostitusi itu dibiarkan akan menjadi penyakit masyarakat dan tentu bisa membawa wabah penyakit HIV/AIDS yang tercatat sudah cukup banyak kasus terjadi di Atambua saat ini. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP