6 Pengakuan Emon di balik aksi sodomi puluhan bocah
Merdeka.com - Andri Sobari alias Emon (24), tersangka sodomi terhadap puluhan bocah ini, membuat geger warga Sukabumi, Jawa Barat. Kelakuan biadab Emon terungkap setelah salah satu orangtua korban melaporkan kepada pihak yang berwajib.
Emon pun langsung diringkus oleh aparat Polresta Sukabumi. "Kejadian ini diketahui Minggu 27 April 2014 lalu sekitar jam 12.00 WIB atas perbuatan cabul terhadap sesama jenis yang dilakukan tersangka terhadap korban MDR (11)," kata Kapolres Sukabumi AKBP Hari Santoso saat dihubungi Jumat (2/5).
Emon yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik ini mengaku, pernah menjadi korban sodomi sejak dirinya masih anak-anak. Emon juga mengaku masih menyukai wanita, bahkan dirinya ingin segera menikah.
Namun, semua itu hanya keinginan semata, ironisnya Emon lebih nyaman sesama jenis ketimbang dengan wanita. Oleh karenanya, untuk melakukan aksi bejatnya, Emon membujuk calon korbannya dengan iming-iming sejumlah uang Rp 25 ribu - Rp 50 ribu, agar mau dibawa ke tempat sepi dan disodomi.
Berikut 6 aksi sodomi Emon terhadap puluhan bocah:
Pernah jadi korban sodomi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comEmon yang bekerja sebagai buruh pabrik ini mengaku sejak dirinya masih anak-anak pernah menjadi korban sodomi. Semejak dari situ, Andri Sobari nama aslinya menyukai sesama jenis."Saya pernah disodomi oleh teman saya. Awalnya saya diajak keluar, untuk main. Tiba-tiba saya dibawa ke tempat sepi lalu saya disodomi," kata Emon saat ditemui di Mapolres Sukabumi, Rabu (5/3).
Topik pilihan: Emon Cabul | Pelecehan seksual
Dapat bisikan gaib
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda mengatakan, Emon tersangka sodomi terhadap puluhan bocah ini mengaku mendapatkan bisikan di kupingnya untuk melakukan aksi bejatnya. Jika dirinya menyodomi bocah dibawah umur, maka Emon pun mendapatkan kekuatan ilmu hitam."Katanya, Emon melakukan sodomi karena dia mendapat bisikan seperti ini 'udah maneh ebol aja kamu nanti bakal dapet kekuatan jika ebol bocah itu'," kata Erlinda sambil menirukan ucapan Emon saat diperiksa di Mapolres Sukabumi Kota, Sabtu (3/5).
Topik pilihan: Emon Cabul | Pelecehan seksual
Masih suka perempuan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMeski telah melakukan sodomi terhadap puluhan bocah, Andri Sobari alias Emon (24) mengaku masih menyukai wanita. Buruh Pabrik ini mengungkapkan bahwa dirinya ada keinginan untuk melepas masa lajangnya."Emon mungkin tergolong heteroseksual karena dia selain melakukan hubungan sejenis dan pada anak kecil, dia juga mengaku ingin menikah dengan wanita dan masih memiliki hasrat dengan wanita," Kata Sekjen KPAI di Mapolres Sukabumi Kota, Sabtu (3/5).
Topik pilihan: Emon Cabul | Pelecehan seksual
Lebih nyaman dengan laki-laki
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comEmon tersangka sodomi terhadap puluhan bocah lebih tertarik menyukai sesama jenis ketimbang lawan jenisnya. Pria yang berumur 24 tahun ini tidak sungkan-sungkan mengungkapkan dirinya suka dengan anak kecil."Dia (Emon) merasa lebih nyaman dengan laki-laki dan anak kecil," kata Sekjen KPAI Erlinda di Mapolres Sukabumi Kota, Sabtu (3/5).
Topik pilihan: Emon Cabul | Pelecehan seksual
Sodomi di ruang terbuka
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comUntuk melakukan aksi bejatnya, Emon mengiming-imingi para korbannya dengan uang Rp 50.000. Dia membawa korban ke pemandian air panas Lio Santa Citamiang. Di situlah Emon mencabuli puluhan bocah-bocah yang berusia 8-13 tahun untuk di sodomi."Saya tawari, 'Dik mau uang Rp 50 ribu, ikut aa yuk.' Selanjutnya saya bawa ke tempat sepi. Lalu saya sodomi," kata Emon di Mapolres Sukabumi Kota, Sabtu (3/5).
Topik pilihan: Emon Cabul | Pelecehan seksual
Beraksi sejak Januari 2013
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comEmon alias Andri Sobari, tersangka sodomi terhadap puluhan anak-anak, diduga menjalankan aksinya sejak 2013 silam. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Sukabumi AKBP Hari Santoso, di kantornya. "Pelaku mengaku pada tim penyidik bahwa dia telah menjalankan aksi sodomi ini sejak 2013 lalu tepatnya dari bulan Januari, namun saat ditanya tanggal berapa dia lupa," ujar Hari di lokasi, Sabtu (3/5).
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya