Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Hektar hutan di lereng Gunung Merbabu terbakar

6 Hektar hutan di lereng Gunung Merbabu terbakar kebakarann. REUTERS

Merdeka.com - Sekitar 6 Ha hutan di Kawasan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) Dusun Tekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang terbakar. Habitat yang terbakar berupa hamparan semak dan ilalang serta tanaman keras ludes dilalap api.

Informasi yang dihimpun terbakarnya hutan di lereng Merbabu pertama kali terlihat oleh warga sekitar sekitar pukul 12.30 WIB. Kemudian warga langsung melaporkan kebakaran itu ke Masyarakat Peduli Api (MPA) Pandu Desa Batur dan BTNGM. Petugas BTNGM bersama anggota MPA Pandu, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dibantu warga setelah mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman api.

"Upaya pemadaman api kami lakukan dengan cara tradisional dan alat seadanya seperti gepyok dan cangkul. Cara ini sering disebut warga sebagai upaya membuat ilaran atau sekat sepanjang tiga meter supaya api tidak cepat merambat ke habitat tanaman lain. Jika tidak dikhawatirkan akan merembet ke pemukiman warga," tegas Sanyoto salah satu anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Pandu Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang Selasa(11/9) saat dihubungi merdeka.com, Selasa (11/9).

Sanyoto menduga, hutan lereng Merbabu terbakar akibat ulah dan faktor manusia dan saat ini masih dalam pencarian apa penyebab pasti kebakaran itu.

"Dugaan sementara kami akibat ulah manusia. Namun belum diketahui apa penyebab dan pemicu pasti kebakaran itu dan sampai saat ini masih kita cari," jelasnya.

Sanyoto menceritakan, awal titik api pertama muncul di tebing hutan kawasan hutan TNGM di ketinggian sekitar 1.750 meter di atas permukaan laut (mdpl). Api kemudian menjalar ke lereng Gunung Merbabu di sisi utara.

Upaya pemadaman yang dilakukan bersama-sama mengalami kesulitan karena peralatan yang seadanya dan kencangnya angin yang berhembus di sekitar lereng. Apalagi, jika berhasil dipadamkan di satu sisi, muncul titik api baru di sisi lain lereng dengan cepat yang menjalar ke berbagai arah. Namun, dengan upaya keras, api kemudian berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.45 WIB sore tadi.

"Berdasarkan pengamatan di lapangan tadi setidaknya ada sebanyak 40 titik api yang tersebar kawasan hutan BTNGM dan hutan warga. Hamparan ilalang dan savana di hutan juga ikut ludes terbakar," tuturnya.

"Selain habitat hutan yang terbakar, api juga melalap habis jaringan pipa saluran air bersih yang mengalir ke dua dusun di lereng Merbabu di antaranya, Dusun Nglelo dan Tekelan di Desa Batur, Kecamatan Getasan. Akibatnya, ratusan warga yang bermukim di lereng Gunung Merbabu itu terancam krisis air bersih di musim kemarau kali ini," pungkas Sanyoto. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP