Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Daerah di Sumsel Paling Rawan Karhutla, Pemprov Minta Bantuan Water Bombing dan TMC

6 Daerah di Sumsel Paling Rawan Karhutla, Pemprov Minta Bantuan Water Bombing dan TMC Modifikasi cuaca untuk atasi kebakaran hutan. ©AFP PHOTO/Bay Ismoyo

Merdeka.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kerap terjadi di sepuluh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Enam di antara sepuluh daerah itu dinilai paling rawan karhutla, sehingga butuh bantuan water bombing dan teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah menjelaskan, enam daerah yang menjadi perhatian saat ini adalah Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, dan Penukal Abab Lematang Ilir. Pembasahan dan penyiraman air dari udara harus segera dilakukan karena karhutla biasanya lebih awal terjadi di daerah-daerah itu.

"Kami sudah usulkan helikopter water bombing dan TMC ke pemerintah pusat. Untuk sementara enam daerah itu menjadi perhatian," ungkap Iriansyah, Kamis (18/3).

Menurutnya, bantuan water bombing dan TMC itu harus direalisasikan paling lambat bulan depan, karena sudah memasuki musim kemarau. "Mudah-mudahan bulan depan usulan diterima dan armada tiba di Palembang," kata dia.

Saat ini, 9.000 personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, regu pemadam dari perusahaan, dan masyarakat, sudah berada di daerah-daerah rawan kebakaran. "Satgas siaga 24 jam di titik-titik rawan. Kami tak ingin muncul titik api yang menyebabkan kebakaran meluas," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 Palembang Hartanto mengatakan, musim kemarau di Sumsel diprakirakan pada dasarian ketiga Mei 2021. Namun pada April diperkirakan sudah terjadi penurunan intensitas hujan. "Jika lahan sudah kering, TMC menjadi solusi agar lahan tetap basah," jelas dia.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP