6 Anggota DPRD DKI Jakarta jadi saksi sidang Sanusi soal reklamasi
Merdeka.com - Sidang kasus suap reklamasi Jakarta dengan terdakwa Mohammad Sanusi kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat. Pada persidangan kali ini penuntut umum menghadirkan enam anggota DPRD DKI Jakarta.
Enam anggota DPRD DKI Jakarta yang hadir menjadi saksi persidangan Sanusi adalah Prasetyo Edi Marsudi, Mohammad Taufik, Merry Hotma, Bestari Barus, Ongen Sangaji, dan Slamet Nurdin.
Dalam sidang kali ini penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat menyinggung pertemuan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dan beberapa anggota DPRD lainnya di kediaman bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan Desember 2015.
"Benar ada pertemuan saudara saksi di rumah saudara Sugianto (Aguan)?" tanya penuntut umum kepada Prasetyo, Rabu (14/9).
Prasetyo membenarkan adanya pertemuan tersebut. Namun, dia buru-buru mengklarifikasi pertemuan tersebut murni silaturahmi dengan Aguan yang merupakan mantan bos Prasetyo saat menjabat sebagai manajer.
"Iya pernah, silaturahim saja saya ke sana," kata Prasetyo.
Bersama dengan anggota DPRD lainnya, seperti Ongen Sangaji, Slamet Nurdin, Mohammad Taufik, dan Mohammad Sanusi, Prasetyo mengatakan pertemuan tersebut tidak berlangsung lama hanya berlangsung sekitar 30 menit. Terlebih lagi, dikatakan Prasetyo kunjungan ke kediaman Taipan properti itu spontanitas tanpa ada perencanaan sebelumnya.
"Spontanitas saja. Saya telfon Pak Ongen, enggak ada pikiran ada seperti ini (kasus operasi tangkap tangan KPK) saya spontan telepon 'yuk kita ke rumah bos gua' makan pempek setelah itu pulang," ujarnya.
Penuntut umum kemudian meminta penegasan perihal transkrip percakapan Prasetyo dengan seseorang anggota DPRD yang diketahui Ongen Sangaji. Dalam percakapan tersebut ada pernyataan: 'kita lagi di jalan mau ketemu bos lu'. Prasetio sendiri mengaku lupa maksud dari pernyataan tersebut. "Saya enggak tahu, lupa," kata Prassetio.
Penuntut umum akhirnya memutar rekaman pembicaraan keduanya. Seusai diputar, Ongen mengiyakan itu suaranya, namun dia menampik bos yang dimaksud adalah Aguan nota benenya mantan bos Prasetyo. Meski Ongen sempat menolak pernah melakukan percakapan seperti itu.
"Tidak ada. Saya enggak pernah ikut. Saya enggak pernah ngomong itu. Iya itu mau ketemu bos saya," tutur Ongen. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya