5.774 Desa Berada di Daerah Rawan Tsunami
Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menjalankan program Ekspedisi Desa Tangguh Bencana 2019 (Destana) ke daerah yang berpotensi mengalami tsunami. Ekspedisi ini akan memotret kesiapsiagaan desa terhadap ancaman tsunami.
Ekspedisi dimulai Rabu (11/7) menyusuri Selatan Pulau Jawa. Perjalanan akan dimulai dari Banyuwangi, Jawa Timur, menyusuri pantai Selatan Jawa, Jawa Tengah, Yogyakarta. Berlanjut ke Jawa Barat meliputi Pangandaran, Garut dan berakhir di Banten pada 16 Agustus.
"Ada 5.774 desa atau kelurahan berada di daerah rawan tsunami, mulai dari kelas rawan sedang dan tinggi. Desa-desa tersebut tersebar di antaranya 584 desa atau kelurahan ada di selat Jawa," kata Direktur Pemberdayaan Masyarakat BPNB, Lilik Kurniawan saat jumpa pers kantornya, Jakarta Timur, Rabu (10/7).
Lilik melanjutkan, program ini merupakan kesiapsiagaan atau pencegahan yang selama ini dianggap sedikit. Kemudian, BPNP mencegah supaya sampai masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa dan tsunami tidak menjadi korban. Serta mereka tahu cara evakuasi diri.
Tujuan kegiatan ini juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan aparat penanggulangan bencana daerah dalam mengupayakan kesiapsiagaan. Ekspedisi akan melibatkan 200 orang peserta yang terdiri dari relawan, akademisi dan pakar. Mereka akan menyebar ke desa-desa dan memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah.
"Kita akan datang ke desa itu untuk mengecek apakah semua desa sudah punya sirine untuk peringatan tsunami, apakah di setiap desa ada tempat evakuasi, sudah adakah jalur evakuasi, sudah adakah rambu rambu evakuasi yang ada di sana," tuturnya.
Dia melanjutkan, daerah Selatan Jawa adalah kawasan pariwisata. Karena itu penting memberikan edukasi kepada pengunjung dan wisatawan.
"Kita belajar dengan pencegahan tsunami, dari sekian banyak korban lebih dari 90 persen korban yang meninggal adalah wisatawan bukan orang lokal," kata Lilik.
Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), lewat uji karbon, menemukan deposit tsunami di pesisir Kulonprogo, Yogyakarta berusia 300 tahun atau diduga terjadi tahun 1699. Kata Lilik, deposit dengan usia kurang lebih sama ditemukan di Lebak, Banten hingga Cilacap, Jawa Tengah.
"Temuan ini menunjukkan, gempa besar dan tsunami dahsyat potensial di sepanjang wilayah ini. Artinya Selatan pantai Jawa memiliki potensi tsunami yang sangat tinggi," ucapnya.
Ekspedisi Destana akan melibatkan berbagai pihak secara nasional dan didukung Kementerian Desa, PUPR, BMKG, Kementerian Sosial, BMKG, Kemendagri, Bappeda, BPDB, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, LSM, forum lembaga usaha, peneliti, pakar, perguruan tinggi serta media.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya