Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

55 Pendemo di Medan Masih Diperiksa Polisi, 7 Sempat Masuk UGD

55 Pendemo di Medan Masih Diperiksa Polisi, 7 Sempat Masuk UGD mahasiswa medan demo di depan Gedung DPRD Sumut. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Sebanyak 55 pendemo masih diperiksa polisi terkait kerusuhan yang terjadi di sekitar Gedung DPRD Sumut kemarin. Tujuh di antaranya sempat dirawat di rumah sakit.

"Massa yang diamankan ada 55 plus 1, (terdiri dari) 51 mahasiswa 4 nonmahasiswa dan satu terduga anggota teroris," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (25/9).

Mahasiswa yang diamankan berasal dari berbagai elemen perguruan tinggi. Tatan memaparkan di antara yang diamankan adalah mahasiswa Universitas Pancabudi, Triguna Dharma, USU, UIN, UISU, Potensi Utama, PTKI, Akademi Pariwisata, dan UMSU. Bahkan ada yang berasal dari Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh.

Sementara 4 lainnya bukan berstatus mahasiswa. "Ada yang alumni ada yang sipil," jelas Tatan.

Di antara pengunjuk rasa yang diamankan terdapat 7 orang sempat masuk rumah sakit. "Yang sakit ada 7 orang, tapi sudah kembali, mereka sempat masuk UGD saja," jelas Tatan.

Seluruh pengunjuk rasa masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut. Mereka akan diproses jika terlibat tindak pidana.

"Belum ada penetapan status. Masih kita dalami. Bisa dikenakan Pasal 170 KUHPidana," jelas Tatan.

Dia juga memaparkan terdapat 8 unit kendaraan dinas polisi yang dirusak massa. Tiga personel kepolisian juga terluka dan sempat masuk rumah sakit akibat kena batu dan pukulan.

Tatan merinci, kerusuhan mulai terjadi sekitar pukul 15.45 Wib. Saat itu aparat keamanan dikomandoi Kapolrestabes Medan di-back up Polda Sumut menghalau massa sehingga terpecah menggunakan water canon dan gas air mata. Selanjutnya, massa membalas melempari polisi dengan batu.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP