Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

51.370 Balita di Kabupaten Bogor Alami Masalah Gizi

51.370 Balita di Kabupaten Bogor Alami Masalah Gizi Ilustrasi bayi. ©Shutterstock.com/Philip Lange

Merdeka.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat 51.370 balita di daerah itu mengalami masalah gizi. Berat badan dan postur tubuh mereka tidak ideal.

Hingga 31 Juli 2021, terdapat 207.373 balita, dari target 530.793 balita, yang telah ditimbang dan diukur. Hasilnya, didapati 13.792 balita atau 6,65 persen balita dengan berat badan kurang, stunting 25.778 orang atau 12,57 persen, dan gizi buruk sekitar 11.800 balita atau 5,69 persen.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kabupaten Bogor Intan Widayati menjelaskan, kondisi ini terjadi karena rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi ibu selama mengandung atau setelah anak dilahirkan, terutama ASI eksklusif selama dua tahun.

"Pemantauan pertumbuhan balita di posyandu sebagai upaya deteksi dini masalah gizi pada balita, sehingga balita yang terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan agar dirujuk ke tenaga kesehatan untuk ditangani," kata Intan, Rabu (25/8).

Intan berharap, peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dapat ikut membantu Dinkes Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kadernya, serta pengembangan pengorganisasian masyarakat.

"Termasuk mendorong pemanfaatan dana desa untuk pencegahan stunting, termasuk dalam penyediaan sarana prasarana posyandu,” tutupnya.

Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor Halimatu Sadiyah Iwan ajak para kaum ibu lakukan konvergensi stunting di Kabupaten Bogor melalui Bimbingan Teknis Kelas Ibu, Konvergensi Stunting dan pengelolaan Bina Keluarga Balita (BKB) secara virtual di Ruang VIP Gedung Tegar Beriman, Rabu (25/8).

Menurutnya, program konvergensi stunting dan bulan penimbangan bayi sangat bermanfaat bagi para orang tua dalam menstimulasi perkembangan anak balita, menciptakan keluarga kokoh dan ibu andalan dalam pengasuhan anak balita.

"Karena figur seorang ibu memiliki kemampuan yang diperlukan dalam mengasuh anak, untuk itu melalui bimbingan teknis ini bisa meningkatkan kemampuan para ibu dalam menciptakan anak berkualitas dengan berbagai pengetahuan," tegasnya.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP