Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

504 Calon anggota Panwaslu se-Sumut ikut seleksi tulis

504 Calon anggota Panwaslu se-Sumut ikut seleksi tulis Ujian calon anggota Panwaslu. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 504 calon anggota Panwaslu kabupaten/kota mengikuti seleksi tertulis di kampus Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Medan, Sabtu (4/8). Mereka akan disaring untuk mengisi tiga posisi di 32 daerah di Sumut.

Para peserta merupakan bagian dari 579 orang yang memasukkan berkas pendaftaran untuk menjadi anggota pengawas Pilgub Sumut 2013 di kabupaten/kota. Tidak tertutup kemungkinan tugas mereka akan berlanjut hingga ke Pemilu 2014.

"Dari 579 pendaftar terdapat 41 orang yang tidak lulus berkas dan tiga orang mengundurkan diri. Jadi seharusnya ada 535 peserta seleksi tertulis, ternyata 31 orang tidak hadir hari ini," kata Zulkarnain Nasution, Ketua Tim Seleksi Anggota Panwaslu Kabupaten/Kota Provinsi Sumut.

Zulkarnain memaparkan, ujian tertulis ini akan menghasilkan 12 calon anggota Panwaslu untuk tiap daerah. Mereka akan kembali mengikuti seleksi dengan metode wawancara.

Dari hasil wawancara akan ditetapkan enam calon anggota Panwaslu untuk tiap kabupaten/kota. Tim Seleksi kemudian akan menyerahkan keenam nama itu kepada Panwaslu Provinsi Sumut untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan, sehingga terpilih tiga anggota Panwaslu di kabupaten/kota.

"Hasil ujian tertulis akan diumumkan pada 13 Agustus mendatang. Yang jelas, September nanti harus sudah ada nama-nama anggota Panwaslu terpilih," jelas Zulkarnain.

Berdasarkan data Tim Seleksi diketahui antusiasme masyarakat menjadi anggota Panwaslu kabupaten/kota bervariasi. Warga Kabupaten Nias Induk paling sedikit mendaftar ikut seleksi, yaitu hanya 4 orang. Sementara peminat paling banyak berada di Kota Medan. "Jumlah peserta untuk Kota Medan mencapai 113 pendaftar," kata Zulkarnain.

Meskipun jumlah peserta dari Kabupaten Nias hanya empat orang bukan berarti mereka dipastikan lolos untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan. "Standar akademisnya kan ada. Kalau mereka tidak memenuhi standar itu, tetap tidak akan terpilih. Semisal di Nias Induk tidak ada yang lulus ujian seleksi tertulis, maka kita akan buat seleksi khusus untuk wilayah itu," pungkas Zulkarnain. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP