5 Upaya Maharany bela diri dari kasus impor daging sapi
Merdeka.com - Nama Maharany Suciyono (19) tiba-tiba mencuat ke hadapan publik. Dia tertangkap tangan sedang bersama salah seorang tersangka kasus dugaan suap impor daging yang telah lama diincar KPK, Ahmad Fathanah.
Dalam penangkapan yang dilakukan pada Selasa (29/1), Maharany terlihat bersama Fathanah di Hotel Le Meridien di kawasan Sudirman. Selain itu, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 10 juta.
Keduanya lantas dibawa ke Gedung KPK. Sesampai di sana, KPK pun melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap Fathanah dan Rany.
Pemeriksaan terhadap Rany selesai dilakukan pada Rabu (30/1) dini hari. Dari hasil pemeriksaan, KPK menyatakan Rany tidak terlibat dalam kasus dugaan suap impor daging itu dan akhirnya melepaskan Rany.
Atas penangkapan itu, Rany pun membela diri tidak terlibat dalam kasus itu. Dia bahkan mengaku tidak mengenal sosok laki-laki yang tertangkap bersamanya.
Berikut upaya pembelaan diri Rany yang sempat diungkapkan di hadapan media:
Tidak mengenal sosok Ahmad Fathanah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMaharany tertangkap KPK bersama Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien. Tetapi, dia mengaku tidak mengenal siapa laki-laki yang bersamanya saat penangkapan terjadi.Maharany mengatakan dapat bertemu dengan Fathanah karena sebelumnya mengirimkan pesan singkat. Dia mendapat nomor laki-laki ini dari waitress saat nongkrong dengan teman-temannya di Senayan City."Saya waktu itu sedang main sama temen-teman saya dan nongkrong di Senayan City satu hari sebelum penangkapan, terus saya disamperin waitress dan dikasih nomor telepon untuk menghubungi dia dengan nama Ahmad Fathanah," kata Rany, Jumat (1/2).Rany kemudian mengirimkan SMS dan mendapat jawaban dari si empunya nomor. "Singkat kata Ahmad Fathanah ajak ketemuan di Le Meridien untuk dinner," ujarnya.Rany pun tidak menyadari siapa laki-laki yang berhubungan dengan dia malam itu. Dia hanya tahu, dirinya dan Fathanah sedang ditangkap oleh KPK.
Tidak tahu maksud pemberian uang Rp 10 juta dari Fathanah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDalam penangkapan di Hotel Le Meridien, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 10 juta. Uang itu diberikan Fathanah kepada Maharany.Namun demikian, Rany mengaku tidak tahu apa maksud di balik pemberian uang itu. Dia merasa terkejut dengan pemberian Fathanah dan sempat meragukan uang itu adalah uang asli."Saya nggak tahu, saya bingung. Saya sempat nanyain uang ini palsu atau asli," kata Rany, Jumat (1/2).Rany menjelaskan, setelah menanyakan keaslian uang itu, dia terlibat pembicaraan hangat dengan Fathanah. Dalam perbincangan itu, Fathanah mengaku berprofesi sebagai pengusaha daging sapi impor.
Tidak tahu ada pertemuan di hotel soal suap menyuap
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSaat bertemu dengan Fathanah, Maharany tidak mengetahui ada apa di balik pertemuan itu. Dia hanya menganggap peristiwa itu sebagai pertemuan untuk menjalin keakraban.Rany pun tidak mengetahui pertemuan itu ternyata bagian dari suap menyuap terkait dengan kasus dugaan suap daging sapi impor yang menjerat mantan Presiden PKS.
Disembunyikan keluarga untuk menghindari kejaran media
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMaharany merasa syok dengan banyaknya pemberitaan yang menyebut dirinya dikaitkan dengan kasus dugaan suap daging sapi impor. Akibatnya, pihak keluarga memilih menyembunyikan Rany dari kejaran media.Hal itu disampaikan sang kakak, Anggi Kumatiyono Pratama (23) pada Jumat (1/2) sore hari. Padahal, pada siang di hari yang sama, Rany masih berada di rumahnya dan sempat berbicara dengan beberapa awak media.
Disebut sebagai mahasiswa pintar dan rajin
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKabar tertangkapnya Maharany oleh KPK juga sampai ke pihak Rektorat Universitas Moestopo (Beragama). Mereka pun tidak menampik kabar yang menyebut Rany adalah mahasiswa di universitas itu.Selain itu, pihak Rektorat menganggap Rany sebagai mahasiswa yang baik. Hal ini didasarkan data yang berhasil dihimpun Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Moestopo (Beragama) Usmar Ismail."Kehadirannya relatif baik. Serius untuk studi. Budaya dasar 41 persen dan mata kuliah yang lain 85 persen," kata Usmar, Jumat (1/2).
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya