5 Siswa SMK terpaksa mengerjakan UN di kompleks rutan
Merdeka.com - Lima pelajar SMK swasta di Makassar mengikuti Ujian Nasional (UN) sistem manual di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Makassar di Jalan Rutan, Senin (4/4).
Mereka ini adalah para pelaku kejahatan jalanan berstatus tahanan titipan dari beberapa Polsek di Makassar, yang saat ini kasusnya sementara proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Kasus yang menjadi tiket bagi lima siswa ini masuk ke rutan adalah kasus pencurian dengan pemberatan, sehingga mereka dijerat pasal 363 KUHP
Ujian berlangsung mulai pukul 07.30 Wita dengan mata ujian pelajaran Bahasa Indonesia. Mendapat pengawasan dari petugas rutan dan unsur kepolisian. Adapun orang tua para siswa ini menunggu di luar belum diberi kesempatan masuk rutan.
Selanjutnya, ujian yang sama masih akan berlangsung di gedung gereja rutan esok hari, mata ujian pelajaran Matematika kemudian berakhir keesokan harinya, Rabu, (6/4) mata pelajaran Bahasa Inggris.
"Awalnya saya pikir hanya satu anak tahanan binaan kami yang akan ikut UN, tapi setelah komunikasikan ternyata ada lima orang. Jadi kita koordinasikan dengan pihak Diknas sehingga ujiannya berlangsung dalam rutan," kata Yasir, petugas bagian pembinaan dan penyuluhan Rutan Klas I Makassar yang dikonfirmasi, Senin (4/4).
Setelah ujian tadi, kata Yasir, lima siswa tahanan ini diberi kesempatan bertemu orang tua. Mereka diberi waktu selama 30 menit. "Orang tua siswa ini menitip anaknya ke kami. Mereka minta agar anaknya dibina, dibimbing agar bisa menjadi lebih baik jika kelak sudah keluar dari rutan," tutur Yasir.
Di antara siswa ini ada yang mengenakan seragam sekolah, namun ada juga yang mengenakan pakaian biasa. Bahkan ada yang telanjang kaki. Meski demikian, ke lima remaja belia ini tetap semangat ikuti ujian. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya