5 Pemimpin yang ingin pindahkan Ibu Kota dari Jakarta

Reporter : Dedi Rahmadi | Jumat, 18 Januari 2013 06:32




5 Pemimpin yang ingin pindahkan Ibu Kota dari Jakarta
Banjir Bundaran HI. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Jakarta sebagai ibu kota negara kini sudah tidak ideal lagi. Kota ini menyimpan segudang masalah. Mulai dari kemacetan akut, kepadatan penduduk, pembangunan tak terencana hingga banjir yang selalu mengintai jika musim hujan datang.

"Banjir sudah masuk ke dalam Istana Presiden, tidak ada alasan bagi pemerintah tetap mempertahankan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara," ujar Pakar kebijakan publik, Andrinof Chaniago di Solo, Kamis (17/1).

Chaniago mengusulkan Kalimantan menjadi lokasi pemindahan ibukota. Kalimantan dipilih karena akan menumbuhkan epicentrum baru yang mendekati kawasan tertinggal dan pinggiran. Selain itu, dibandingkan daerah lain, Kalimantan satu-satunya pulau yang tidak pernah diguncang gempa bumi.

"Kalimantan itu relatif aman. Jika jadi dipindahkan, ini akan memudahkan penataan kembali Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa," imbuhnya.

Jika benar terealisasi, manfaatnya bukan saja bagi revitalisasi Jakarta, tapi Pulau Jawa secara keseluruhan sehingga kembali berfungsi sebagai pulau yang strategis dan penting.

Dia mengatakan kerugian akibat kemacetan di Jakarta sudah parah. "Minimal Rp 17 triliun per tahun," ujar Andrinof.

Tapi kalau pindah Ibu Kota, berapa ongkosnya? Andrinof pernah menyusun kertas kerja biaya pemindahan Ibu Kota. Angka minimum membangun sebuah Ibu Kota baru adalah Rp 100 triliun, dengan perhitungan program berjalan tahunan.

"Jika pembanguan kota baru itu butuh waktu 10 tahun, maka kita menyisihkan APBN Rp 10 triliun untuk membangun tiap tahun," kata Andrinof.

Angka Rp 10 triliun per tahun itu, kata Andrinof, lebih kecil dari estimasi kerugian Jakarta setiap tahunnya akibat macet.

Andrinof mengatakan kota baru ini harus bisa memuat minimal satu juta penduduk. Tentu kota itu harus punya fasilitas lengkap. Jaringan jalan, drainase, listrik, telepon, bandara internasional dan perkantoran. Juga istana bagi presiden dan wakil. "Ada 400 ribu pegawai negeri sipil dan sisanya keluarga dan kalangan swasta," ujarnya.

Berikut pemimpin ini bermimpi pindahkan Ibu Kota Indonesia.

[ded]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





 

Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Pemilik Pinisi: Nggak dibayar pun, sudah jadi kebanggaan
  • Banyak pusat perbelanjaan, Jalur utama Mataram rawan kemacetan
  • Hadir di rapat paripurna DPRD DKI, Jokowi dapat ucapan selamat
  • Korupsi Rp 11 M, eks Sekjen Kemenlu divonis 2,6 tahun penjara
  • Terlibat korupsi, Mantan Kadinsos Dumai divonis 1 tahun
  • Ini 9 tempat romantis yang paling sering dipakai untuk melamar
  • Ridwan Kamil: Hati-hati! Mudik ritual mematikan
  • Kubu Prabowo: Kami siap kalah tapi tak siap dicurangi
  • Mardiyanto sebut Prof Eko sangat peduli kelestarian lingkungan
  • Ngantor lagi di DKI, Jokowi tanda tangan dokumen sampai ngantuk
  • SHOW MORE