5 Orang ini berani lawan polisi saat ditilang
Merdeka.com - Polisi lalu lintas kerap kali melakukan operasi untuk menjaring pengendara motor dan mobil yang tidak memiliki surat-surat lengkap atau melanggar rambu-rambu lalu lintas.
Pada praktiknya di lapangan, ada pengendara patuh dan mengakui kesalahan. Namun tak sedikit pengendara marah ketika ditilang. Padahal sudah jelas melanggar lalu lintas.
Mereka ini justru melawan petugas. Bahkan memarahi petugas. Dalihnya pun macam-macam.
Berikut ini cerita pengendara-pengendara yang berani melawan polisi saat ditilang:
Pemuda cekik polisi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPerbuatan Dicki Apri Prasetio (21), warga Desa Suka Menanti RT 16 RW 05 Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, cukup berani. Pegawai Pertamina Prabumulih ini berani mencekik leher Briptu Tomi Ibrahim (32), petugas Satlantas Polresta Palembang. Pelaku tak terima ditilang bahkan mengajak polantas itu berduel.Kejadiannya bermula saat pelaku melintas di Jalan Masjid Lama depan Pasar Burung Palembang, Kamis (30/1) sekitar pukul 10.00 WIB. Briptu Tomi menghentikan pelaku yang melanggar lalu lintas karena melewati jalan khusus angkutan umum. Tomi pun meminta surat-surat kendaraan serta SIM pelaku. Namun, pelaku tidak memiliki SIM sehingga dibawa menuju pos polisi tak jauh dari TKP.Saat menuju pos polisi yang dimaksud, pelaku mencekik leher Polantas itu dari belakang. Tomi pun kaget dan berusaha menghentikan aksi pelaku. "Saya kaget pelaku mencekik saya dari belakang. Saya giring ke pos, tapi dia (pelaku) malah mengajak saya berkelahi," ujar Briptu Tomi saat melapor di SPKT Polresta Palembang, Kamis (30/1).Sedangkan pelaku, Dicki Apri Prasetio mengaku berani mencekik polantas karena kesal saat ditilang. "Saya mau cepat, tapi saya ditilang. Memang saya tidak punya SIM, tapi saya tidak tahu kalau jalur itu khusus angkutan umum," kilahnya.
Pria bersorban maki-maki polisi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPada Kamis (5/12) akhir tahun lalu, Sahal marah-marah saat hendak ditilang jajaran kepolisian dari Polres setempat dalam Operasi Zebra di jalan raya Ahmad Yani Karawang. Pengendara motor itu tidak menggunakan helm saat berkendara, dan helmnya disimpan di bagian depan sepeda motornya.Pria berjenggot dan berambut panjang yang memakai peci putih serta mengenakan sorban itu langsung berhenti saat petugas meminta dirinya menghentikan kendaraan yang dikendarainya.Tetapi secara tiba-tiba, pria itu langsung marah-marah saat diproses tilang. Ia menolak ditilang, karena operasi kendaraan yang digelar polisi dianggap sebagai "ajang" mencari uang oleh oknum kepolisian.Bahkan secara tiba-tiba pula, pria itu tersinggung dirinya disangka sebagai teroris lantaran mengenakan peci dan bersorban. Pria yang menggunakan sepeda motor matic itu langsung marah-marah kepada petugas. Sehingga petugas tidak menilang pria tersebut.Karena melawan petugas, Sahal ditetapkan sebagai tersangka. Meski ditetapkan sebagai tersangka, pelaku tidak ditahan.
Tak terima ditilang, lapor Kompolnas
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPeristiwa ini terjadi di Jakarta. Seorang pengendara bernama Setia Agung protes pada polisi saat terjaring razia di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Tanah Abang-Kampung Melayu. Ia kesal ditilang polisi. Menurutnya, polisi sengaja memasang jebakan."Masa di ujung jembatan ada. Harusnya mereka kan ada di sebelum jembatan agar pengendara motor enggak naik jembatan," ujar Setia di hadapan polisi, Selasa (28/1).Setia kesal dengan polisi. Bahkan, dia mau mengadu ke Komisi Polisi Nasional (Kompolnas)."Saya akan mengadu ke Kompolnas. Ini sih bukan razia tapi mau ngejebak pengendara," tuturnya.Kepada Kompolnas, lanjut Setia, dia akan mengeluhkan masalah rambu lalu lintas yang dipajang di sebelum JLNT. Menurutnya, baiknya ada polisi berjaga di sebelum JLNT.
Pegawai Kemenhub ngamuk dan ceramahi polisi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBukannya memberi contoh, pegawai Kemenhub bernama Sofyan ini malah marah-marah saat hendak ditilang di Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat. Ia ditilang karena tidak memakai helm.Ia berkilah melepas helm karena kepanasan akibat macet. Karena itu ia tidak terima jika polisi menilangnya.Sofyan terlihat beradu argumen dengan polisi. Dengan nada tinggi, Sofyan terlihat marah-marah saat polisi menghentikan laju motornya.Peristiwa itu terjadi saat polisi sedang menggelar operasi zebra di Jalan Senen Raya Jakarta Pusat. Dalam razia ini puluhan kendaraan dan mobil ditilang karena masuk jalur busway.
PNS bentak-bentak polisi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKali ini seorang pegawai negeri sipil (PNS). Seorang PNS itu marah dan membentak polisi saat mobilnya ditilang.Mobil PNS itu terjaring razia karena masuk jalur busway di depan Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Pusat pada Selasa (12/11) tahun lalu.PNS itu bernama Saleh Thalib. Saat petugas Lantas Polda Metro Jaya Briptu Yudi Setya meminta surat-surat kendaraan, Saleh terus berkelit. Bahkan Saleh enggan keluar dari mobilnya dan malah menunjuk-nunjuk wajah Briptu Yudi. Setelah berdebat beberapa menit, Saleh akhirnya keluar dari mobil dan menyerahkan surat-surat kendaraannya.Meski ngeyel dan melawan, polisi akhirnya tetap menilang PNS tersebut.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya