5 Kg sabu beredar tiap hari di Sumsel, paling banyak Palembang
Merdeka.com - Peredaran narkoba di wilayah Sumatera Selatan terbilang masih tinggi beberapa tahun terakhir. Dalam sehari, sedikitnya lima kilogram sabu disinyalir masuk ke daerah itu.
Kasubdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, AKBP Syahril Musa, mengungkapkan, perkiraan tersebut berdasarkan rata-rata hasil tangkapan setiap polres dan laporan yang masuk. Namun, jumlah itu jauh lebih kecil dibanding sejumlah provinsi lain, seperti Medan dan Jakarta.
"Untuk jumlah pastinya tidak tahu, cuma perkiraan kita bisa saja dua sampai lima kilogram sabu yang beredar di Sumsel, itu setiap hari," ungkap Syahril, Rabu (22/3).
Menurut dia, peredaran narkoba hampir merata di Sumsel. Namun, paling tertinggi masih diduduki Palembang dengan beberapa tangkapan cukup besar.
"Tetap Palembang paling tinggi, tapi pada umumnya menyebar ke daerah lain, Sumsel kan ada 17 kabupaten dan kota," ujarnya.
Dia menjelaskan, masuknya narkoba didominasi dari jalur darat dan udara. Modusnya beragam mulai dari diselundupkan dalam sepatu, tas, bus, atau juga kotak bekas mainan anak-anak.
"Mayoritas masuk dari Medan dan Aceh. Modusnya juga sudah semakin cerdik, tapi tetap kita usahakan digagalkan," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, pihaknya mengungkap peredaran sabu seberat 203 gram sabu dan 100 butir ineks. Barang bukti diamankan dari seorang kurir berinisial MN (38) di sebuah kontrakannya di Jalan Puncak Sekuning, Kelurahan Lorok Pakjo, Palembang.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya