Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Kekerasan yang terjadi di TPS saat pencoblosan

5 Kekerasan yang terjadi di TPS saat pencoblosan ilustrasi pemilu papua. ©REUTERS

Merdeka.com - Secara keseluruhan, pelaksanaan Pemilu Legislatif yang digelar Rabu (9/4) lalu dinilai kondusif karena jauh dari gangguan keamanan. Meski banyak kekacauan dalam penyelenggaraannya, namun gangguan keamanan bisa dikatakan minim.

Meski demikian bukan berarti tidak ada gangguan selama berlangsungnya pencoblosan. Di beberapa tempat pemungutan suara diwarnai berbagai aksi kekerasan.

Bahkan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Papua diserang keluarga caleg yang tidak puas karena tidak mendapatkan suaranya di TPS. Mereka juga merusak fasilitas di TPS tersebut karena kecewa.

Tidak hanya itu, di beberapa daerah lainnya kekerasan saat pencoblosan juga marak terjadi. berikut empat aksi kekerasan yang terjadi di TPS saat pencoblosan:

Orang mabuk ngamuk di TPS Jayapura

ngamuk di tps jayapura rev4Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pencoblosan di Kampung Hobong, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Papua diwarnai dengan keributan warga yang mengamuk karena tidak mendapatkan formulir C6 dan tidak terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap). Akibat keributan ini akhirnya TPS (Tempat Pemungutan Suara) dipindahkan ke rumah Ondoafi Kampung Hobong."Keributan ini juga disebabkan ulah orang mabuk yang membuat kerusuhan," ujar Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Jayapura AKBP Sondang Siagian, Kemarin.Kapolres menjelaskan, ketika pukul 08.00 WIT pada saat masyarakat hendak mencoblos, ada orang mabuk yang mendatangi TPS pencoblosan yang sedang berlangsung. Karena mendatangi TPS dalam kondisi mabuk, masyarakat sempat kaget dan sehingga merasa tidak aman."Satu anggota polisi yang berjaga di sana kemudian mengamankan orang tersebut ke pos polisi sehingga pencoblosan kembali dilangsungkan," tandasnya.

Massa bakar TPS di Abepura

tps di abepura rev4Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sekelompok massa yang diperkirakan berjumlah puluhan orang membakar satu TPS 05 di Kotaraja, Abepura, Jayapura, Papua sejak Kamis subuh. ketua RW setempat, Ernes Itaar kepada pers di Jayapura, mengatakan pemicu pembakaran bermula ketika Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menutup TPS tersebut karena sudah pukul 01.00 WIT."Petugas KPPS sudah mau tutup TPS karena sudah pukul 01.00 karena sudah lewat waktu yang ditentukan oleh KPU dan Bawaslu," tuturnya.Lalu sekelompok massa yang diperkirakan berjumlah puluhan orang itu datang dan memaksa petugas KPPS untuk mencoblos namun petugas KPPS tak mengizinkan. "Sempat terjadi adu mulut saat itu dengan petugas TPS tapi tidak diizinkan akhirnya massa pulang dengan dendam," ujarnya.Sekitar pukul 03.00 WIT, puluhan orang itu kembali lalu membakar dan merusak TPS 05. Mereka juga membakar satu rumah yang dijadikan TPS, satu buah motor bebek serta puluhan kursi plastik dan dua meja dirusak.

TPS nyaris jadi ajang carok di Bangkalan

jadi ajang carok di bangkalan rev4Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kasus penganiayaan juga mewarnai pencoblosan di Pulau Madura. Kasus terjadi di TPS 3 Dusun Shebuh, Desa Tobadung, Kecamatan Klampis, Bangkalan, pada pukul 10.30 WIB.Dua pelaku sempat diamankan petugas kepolisian setempat yakni, H yang merupakan pendukung Caleg Gerindra, HT dan AA Caleg Partai Nasional Demokrat (NasDem).Kronologis kejadian, saat itu AA tengah mengecek di TPS 3. Namun, oleh H dan delapan orang pendukung HT yang lain, AA dicurigai hendak berbuat curang. Atas perselisihan itu, hampir terjadi carok menggunakan clurit antara keduanya. Beruntung, petugas kepolisian dari Polsek Klampis yang terdiri dari Kapolsek, Kasat Narkoba, KBO IK Polres Bangkalan segera sigap dan melerai perselisihan keduanya.

Tak masuk DPT, pemilik lahan gembok TPS

dpt pemilik lahan gembok tps rev4Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kericuhan sempat terjadi pada pencoblosan di TPS 15, Jalan Saudara, Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, Medan. Kejadian itu dipicu penggembokan TPS yang dilakukan Mangasi Sitanggang, pengelola lahan milik TNI AU di ujung landasan Pangkalan Udara Soewondo, Polonia, Medan. TPS 15 memang berdiri di atas lahan kebun berpagar, tempat Mangasi biasa menyimpan angkutan antarkota miliknya. penggembokan dipicu lantaran Mangasi tak masuk DPT."Memang tadi sempat digembok sama yang punya, Pak Sitanggang," kata Richard Naibaho, petugas Panitia Pemilihan Suara Kelurahan Beringin, Rabu (9/4).Bukan itu saja, Mangasi juga sempat mengancam dengan pisau kepada petugas PPS. Mangasi pun segera diamankan petugas dan jalannya pencoblosan dijaga ketat polisi.

Dua saksi adu jotos di Lubuklinggau

adu jotos di lubuklinggau rev4Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Polres Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan memproses dua saksi dari Partai Politik yang baku hantam saat penghitungan suara, Rabu (9/4) malam. Kedua saksi Partai Politik (Parpol) itu adalah An (31) dengan Rd (25) di TPS I Kelurahan Perumnas Lestari setempat karena keduanya sempat adu jotos."Kami hanya mengamankan kedua pihak yang bertikai itu, bila tidak diamankan dikhawatirkan proses penghitungan suara terganggu," kata Kapolres Kota Lubuklinggau AKBP Dover Kristin Lumban Gaol.Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwaslucam) Lubuklinggau Timur Jamaludin mengatakan awal kericuhan itu dari percekcokan mulut keduanya ketika proses penghitungan di TPS berlangsung. Sementara saat bertengkar mulut keduanya bisa dilerai petugas dan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan suara (KPPS) setempat.RD keluar lokasi TPS dengan tujuan untuk menghindari AN, namun AN yang belum puas langsung menyusul keluar TPS diduga pulang ke rumahnya tidak jauh dari lokasi. Tidak lama berselang AN kembali ke lokasi TPS langsung mengejar RD sembari membawa senjata tajam jenis pisau belati, saat itu RD sempat terjatuh dan nyaris ditikam AN.Beruntung warga sekitar berhasil melerainya, rupanya tidak hanya sampai di situ, RD yang berhasil bangun langsung melakukan perlawanan membawa benda tumpul mengarahkannya ke kepala AN. Akibat hantaman benda tumpul itu kepala sebelah kanan AN bocor, warga serta petugas KPPS di TPS tersebut berusaha untuk melerai keributan hingga akhirnya anggota Polsek Lubuklinggau mengamankan keduanya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP