5 Desa di Buleleng banjir lumpur dan batu, puluhan ternak mati
Merdeka.com - Jalur lalu lintas dari Gilimanuk - Singaraj masih lumpuh. Sejumlah warga bersama TNI dan tim penanggulangan bencana masih terlihat sibuk membersihkan lumpur yang menutupi badan jalan.
Hujan yang mengguyur dari Sabtu malam hingga siang hari Minggu (24/1) membuat kelima desa di wilayah Kabupaten Buleleng kecamatan Gerograk diterjang banjir bandang lantaran sungai Musi dan Banyupoh di dua desa ini meluap.
Tidak hanya membuat beberap rumah warga hancur, bahkan puluhan kandang ternak hanyut berikut ternak juga mati. Kelima desa yang menjadi korban bencana banjir adalah Desa Musi, Penyabangan, Sanggalagit, Banyupoh dan Pemuteran. Nyaris semua desa tersebut mengalami banjir dengan volume air yang cukup besar setinggi dada orang dewasa.

Sejauh ini pantauan di lokasi, hanya bisa ditembus di wilayah penyabangan di jalur utama jurusan Singaraja - Gilimanuk. "Di bagian pedesaan semuanya terendam lumpur pak, kendaraan roda dua nyag (hancur) terendam lumur," aku Gede Poh, warga setempat di Penyabangan, Minggu (24/1) Kabupaten Buleleng, Bali.
Bahkan kabarnya peristiwa tanah longsor dan banjir ini, nyaris seorang warga hanyut namun dapat bertahan setelah orang tersebut berhasil menyelamatkan diri dengan memegang pohon tumbang dan baru pagi hari diketahui warga desa untuk mendapat pertolongan.
Perlu diketahui, wilayah kelima desa yang mengalami bencana ini berada di lokasi yang diapit bukit dan lautan di Bali disebutnya Segara Gunung. Putu Vigo (45) mengaku rumahnya tidak hanya dipenuhi lumpur tetapi juga hancur tertimpa bebatuan dan pepohonan akibat longsoran tanah dari atas bukit.
"Aduh pak, air datang dari depan dan atas bukit. Bingung tiang (saya) bawa anak-anak mau kemana, banjir besar sekali," tuturnya menceritakan kejadian yang dialaminya semalam.
Katanya, tidak hanya rumahnya bahkan bangunan di samping rumahnya hancur bersama puluhan ternak serta empat sepeda motoronya yang terbenam lumpur.
Kondisi terparah juga terjadi di desa Gondol. Khususnya rumah tempat tinggal yang berada di sisi jalan utama jurusan Singaraja-Gimanuk. Puluhan rumah terlihat penuh dengan lumpur. Bahkan sebelum warga bergotong royong membersihkan badan jalan, nyaris jalan aspal yang biasa dilalui sebagai jalur utama kendaraan tidak terlihat lantaran diselimuti lumpur dan bebatuan.
Kepala Desa Penyabangan, Putu Santika mengatakan, tidak menyangka musibah banjir bandang begitu besar hingga menyebabkan beberapa infrastruktur terutama jalan di desanya luluh lantah termasuk jalan penghubung Seririt-Gilimanuk tertutup lumpur tebal.
"Musibah ini yang paling parah, banyak rumah warga termasuk ternak dan harta benda lainnya musnah diterjang banjir," ujarnya.
Untuk sementara, Santika mengaku masih menghimpun data kerusakan maupun kerugian akibat banjir tersebut.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya