Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Curhat keluarga orang hilang minta Prabowo tanggung jawab

5 Curhat keluarga orang hilang minta Prabowo tanggung jawab Aksi Kamisan. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Korban dan keluarga orang hilang tak pernah berhenti menuntut keadilan. Mereka meminta agar kasus penghilangan paksa 13 orang pada 1998 diusut tuntas.

Ketua Ikatan Orang Hilang Indonesia (IKOHI), Mugiyanto menyayangkan tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah untuk membuat terang kasus ini. Ironisnya, pihak-pihak yang diduga terlibat malah meramaikan kancah politik.

Menurutnya, Prabowo Subianto sebagai calon presiden diduga terlibat penculikan. Meski itu, lanjutnya, IKOHI dan keluarga korban penculikan tak gentar menuntut kejelasan atas kasus penghilangan paksa.

"Mereka meminta kejelasan status dari 13 orang yang hilang pada penculikan aktivis Mei 1998," tukas Mugiyanto.

Untuk diketahui, sejumlah aktivis pro-demokrasi dihilangkan paksa oleh alat-alat negara menjelang pelaksanaan Pemilu 1997 dan Sidang Umum MPR 1998.

Selama periode itu, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat 23 orang telah dihilangkan. Dari jumlah itu, satu orang ditemukan meninggal (Leonardus Gilang), 9 orang dilepaskan penculiknya dan 13 lainnya masih hilang hingga hari ini.

Mereka yang belum kembali adalah Wiji Thukul, Petrus Bima Anugrah, Herman Hendrawan, Suyat, Yani Afri, Sonny, Dedi Hamdun, Noval Al Katiri, Ismail, Ucok Siahaan, Hendra Hambali, Yadin Muhidin dan Abdun Nasser.

Berikut suara para keluarga korban meminta tanggung jawab Prabowo:

Anak Wiji Thukul: Kami memaafkan, tapi tak melupakan

thukul kami memaafkan tapi tak melupakan rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Fitri Nganti Wani, anak Wiji Tukul, aktivis yang juga belum diketahui keberadaannya, menyatakan seharusnya Prabowo melakukan pertemuan dengan keluarga korban. Namun, dia mengharapkan pertemuan itu berlangsung di Komnas HAM."Seharusnya Prabowo mendatangi untuk dimediasi, tapi jangan saling mengundang. Lebih baik Prabowo datang ke Komnas HAM, ketemu bareng-bareng. Nggak akan diapa-apain kok. Kamu (Prabowo) cukup ngaku saja, di mana keberadaan orang-orang itu," kata Fitri di bilangan Cikini, Jakarta, Senin (23/6).Fitri menjelaskan, sebenarnya pihak keluarga sudah memaafkan soal kasus penculikan tersebut. Namun, dirinya menegaskan tidak akan pernah melupakannya."Kami sudah memaafkan, tapi kami tidak melupakan. Itu tindak kejahatan pelanggaran HAM, tidak sepele. Itu nyawa orang," ungkapnya.

Orangtua duga Prabowo tahu nasib 13 orang hilang

prabowo tahu nasib 13 orang hilang rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Orangtua korban penculikan Mei 1998 Paiaan Siahaan heran hingga saat ini anaknya Ucok Munandar bersama 12 orang lain belum ditemukan. Dia menduga bekas Danjen Kopasus Letjen (Purn) Prabowo Subianto mengetahui keberadaan para korban."Saya menduga penculikan dilakukan Prabowo. Dalam sidang Tim Mawar menyatakan telah menculik. Sebagian orang yang dibebaskan bertemu dengan orang yang hilang saat kejadian tersebut di tempat yang sama," ungkap Siahaan dalam jumpa pers di Bakoel Coffee, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (23/6).Ketua Ikatan Orang Hilang Indonesia (IKOHI), Mugiyanto menambahkan, 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) tak kunjung tuntas."Sudah 10 tahun pemerintahan SBY, saat ini sudah di penghujung pemerintahan dan tidak bisa menyelesaikan kasus pelanggaran HAM yang terkait Mei 98," tegasnya.

Orang yang harus tanggung jawab berleha-leha berebut kursi

harus tanggung jawab berleha leha berebut kursi rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Novridaniar Dinis (18), putri Yadin Muhidin salah satu aktivis hilang ini sudah pesimis sang ayah ditemukan. Dia menilai kasus pelanggaran HAM di Tanah Air tidak pernah menemui titik terang."Ada dokumen yang dikeluarkan Komnas HAM. Tapi, kayak bola ping pong, dari Komnas HAM ke Kejagung, dari Kejagung ke Komnas HAM," ujar Dinis di Bakoel Coffee, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (23/6).Dinis pun menyayangkan keikutsertaan Prabowo menjadi calon presiden. Padahal, lanjutnya, karier Prabowo di ABRI tamat karena terbukti bersalah melakukan penculikan."Apa kalian harus membela pelanggar HAM itu? Orang yang harus bertanggungjawab malah berleha-leha berebut kursi," terangnya.

Anak korban penculikan tanya nasib ayah ke Prabowo via twitter

penculikan tanya nasib ayah ke prabowo via twitter rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Cerita kelam para keluarga 13 orang hilang pada 1998 masih menjadi tanda tanya. Padahal, kasus tersebut sudah 16 tahun berlalu. Namun, belum juga ada titik terang.Anak Yadin Muhidin, salah satu aktivis yang masih hilang, Novridaniar Dinis (18) mengaku sampai sekarang mengaku tak pernah lelah mencari keberadaan ayahnya."13 Aktivis itu belum kembali. Jejaknya, sepatunya, kaos kakinya belum kembali," kata Dinis di bilangan Cikini, Jakarta, Senin (23/6).Dinin menceritakan, sebagai salah satu terduga pelaku pelanggaran HAM, Prabowo Subianto seharusnya mengetahui di mana keberadaan para aktivis tersebut. Maka itu, dia kerap bertanya melalui media sosial twitter kepada Prabowo."Kerjaan saya mention Prabowo. Saya selalu menanyakan apa yang dilakukan, dikerjakan ayah saya," ungkapnya.Menurut Dinis, para keluarga sebenarnya hanya ingin mengetahui keadaan para korban penculikan tersebut. Bahkan, dirinya tiap malam menangis lantaran teringat ayahnya."Untuk jawaban hidup atau mati saja susah. Saya tiap malam nangis," terangnya.

Anak Wiji Thukul mengaku diintimidasi

thukul mengaku diintimidasi rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Fitri mengaku pernah mendapat intimidasi dalam perjuangannya mencari keberadaan ayahnya. Namun, ancaman itu tidak pernah dihadapi langsung."Kalau saya bukan didesak untuk agar tidak ngomong, tapi ya diintimidasi untuk tidak ngomong lagi. Tapi itu lewat media sosial," ujarnya.Fitri terus melakukan perlawanan agar mengetahui di mana keberadaan ayahnya. Namun, dia punya cara lain untuk melakukan hal tersebut."Saya cenderungnya (lakukan perlawanan), saya kan keluarga seniman. Saya senang melakukan perlawanan lewat seni. Karena kemampuan saya di situ," kata Fitri di bilangan Cikini, Jakarta, Senin (23/6).

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP