Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Cerita bendera "setengah tiang" di rumah gubernur Gorontalo

5 Cerita bendera bendera setengah tiang. ©wordpress.com

Merdeka.com - Menjadi bagian dari upacara peringatan hari kemerdekaan tanah air tercinta menjadi impian bagi masyarakat Indonesia. Khususnya mereka yang bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).

Sayangnya upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-69 di Provinsi Gorontalo, Minggu (17/8), justru diwarnai dengan insiden bendera "setengah tiang".

Insiden itu terjadi ketika Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang tengah menaikkan bendera, tak mampu mengantarkan bendera hingga ke puncak tiang di halaman rumah dinas gubernur.

Akibat kejadian itu, banyak pihak yang kecewa dan menyayangkan peristiwa tersebut. Lalu bagaimana insiden bendera "setengah tiang" itu bisa terjadi? Berikut ceritanya.

Tali bendera tersangkut di katrol

tersangkut di katrol rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Gubernur Gorontalo dan pembaca teks Proklamasi Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Rustam Akili diwarnai dengan berkibarnya bendera "setengah tiang".

Peristiwa tersebut diduga disebabkan oleh tali bendera yang tersangkut di katrol. Meski sudah berupaya menurunkan dan mengibarkan bendera untuk kedua kalinya, usaha para Pasukan Pengibar Bendera tetap gagal.

Pengibaran bendera kedua kali tanpa iringan lagu Indonesia Raya

kedua kali tanpa iringan lagu indonesia raya rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Melihat kejadian tersebut, Paskibra kemudian menurunkan kembali bendera dan melipatnya, agar penghormatan bendera selesai dilakukan. Paskibra kemudian menaikkan bendera untuk yang kedua kalinya dan tak lagi diiringi lagu Indonesia Raya serta tanpa penghormatan.

Upaya kedua pun tetap tidak berhasil, meski Dandim 1304 Gorontalo Letkol Inf Blasius Popilus turun langsung mendampingi pengibaran bendera.

Menghindari tali terputus dan bendera jatuh ke tanah, Paskibra memutuskan menghentikan upaya pengibaran dan membiarkan bendera berkibar setengah tiang.

Tangis anggota Paskibra pecah saat bendera berkibar "setengah tiang"

paskibra pecah saat bendera berkibar setengah tiang rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Akibat dari berkibarnya bendera "setengah tiang" para Pasukan Pengibar Bendera nampaknya tak mampu menyembunyikan kesedihan. Usai melaksanakan tugas, tangis di antara mereka pun pecah.

Mereka mengaku terpukul atas kejadian ini. "Kami sedih. Kami merasa sudah melakukan yang terbaik. Kami berlatih tiap hari agar upacara ini sukses, tapi apa mau dikata kalau kejadiannya begini," kata salah satu anggota Paskibra.

Dandim 1304 Gorontalo Letkol Inf Blasius Popilus minta maaf

gorontalo letkol inf blasius popilus minta maaf rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dandim 1304 Gorontalo Letkol Inf Blasius Popilus minta maaf atas insiden pengibaran bendera "setengah tiang" yang terjadi saat HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-69 di rumah jabatan Gubernur Gorontalo, Minggu (17/8).

Menurut dia, insiden tersebut terjadi tidak disengaja, melainkan akibat terkendala masalah teknis.

"Saya Letkol Infanteri Blasius Popilus Dandim 1304 selaku koordinator lapangan upacara HUT Proklamasi minta maaf atas insiden yang terjadi," ucapnya usai upacara.

Perwira menengah itu menyatakan siap bertanggungjawab atas insiden tersebut. "Jika ada yang harus disalahkan, maka sayalah orangnya. Saya bertanggungjawab atas insiden ini," ujarnya dan mendapat tepukan tangan peserta serta undangan yang hadir.

Gubernur sebut peristiwa bendera "setengah tiang" faktor alam

peristiwa bendera setengah tiang faktor alam rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan bahwa insiden tersebut tidak sepatutnya ada yang disalahkan.

"Ini faktor teknis dan alam saja, saya yakin tidak ada yang menginginkan insiden seperti ini terjadi. Saya juga percaya semua sudah melakukan yang terbaik," ungkapnya.

Upacara tersebut dipimpin oleh Gubernur Gorontalo dan pembaca teks Proklamasi adalah Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Rustam Akili.

Sedangkan pembentang bendera adalah Prayoga Setya dari SMA I Tolangohula, pengerek bendera Sigit Prananta dari SMA Negeri I Gorontalo dan pembawa baki bendera Priscilia Laura Anastasya Pala yang merupakan siswi SMA Negeri III Gorontalo.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP