42 Tahun lalu, Fidel Castro ramal Amerika buka hubungan dengan Kuba
Merdeka.com - Setelah lebih dari lima dekade memutuskan hubungan diplomatik dengan Kuba, Amerika Serikat kembali membuka kantor kedutaan di negara sosialis tersebut. Pembukaan secara resmi kantor kedua negara tersebut dilakukan pada 20 Juli 2015.
Membaiknya hubungan kedua negara tersebut kemudian mengingatkan orang akan ucapan Presiden Kuba terdahulu, Fidel Castro yang mengatakan, Amerika akan membuka hubungan dengan Kuba jika mereka memiliki presiden kulit hitam. Hubungan kedua negara yang kerap disebut 'musuh bebuyutan' itu juga akan membaik jika seorang Paus berasal dari Amerika Latin.
"Amerika akan bicara kepada kami ketika kalian memiliki presiden kulit hitam dan dunia memiliki Paus yang berasal dari Amerika Latin."
Kalimat yang aslinya berbahasa Spanyol tersebut diucapkan Fidel pada tahun 1973. Kalimat tersebut merupakan pandangan Castro terkait kondisi politik dan embargo yang dilakukan Amerika terhadap Kuba.
Kutipan tersebut dengan cepat menjadi viral di jejaring sosial. Beragam desain yang menampilkan wajah Fidel Castro dengan kalimat tersebut diunggah di Facebook, Twitter, Instagram dan Path.
Hubungan antara Amerika dan Kuba berhenti sejak 1961. Kedutaan Amerika berlokasi di Havana, sedangkan kedutaan Kuba berada di Washington, berada tidak jauh dari Gedung Putih.
Seperti dilansir BBC, Juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby mengatakan, meski kedua negara telah membuka kedutaan, masih ada beberapa isu yang belum disepakati, di antaranya, embargo Amerika yang melarang perusahaan Negeri Paman Sam itu berbisnis di Kuba. Selain itu, Amerika juga masih membatasi warganya yang ingin berkunjung ke Kuba. (mdk/amn)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya