Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

400 Santri Pesantren di Tasikmalaya Negatif Covid-19 Dipulangkan

400 Santri Pesantren di Tasikmalaya Negatif Covid-19 Dipulangkan Satgas COVID-19 tingkat Kecamatan Karanggede pantau Ponpes Darul Abror di Desa Pengkol, Kecamatan Ka. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra menyebut bahwa sekitar 400-an santri di pesantren wilayah Benda, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya yang hasil tes usapnya negatif, mulai Selasa (16/2) dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Ia menjelaskan bahwa pemulangan santri tersebut dilakukan agar ruang-ruang tidur atau kobong yang biasa digunakan untuk istirahat bisa dijadikan tempat isolasi rekan-rekan mereka yang terpapar virus corona.

"Pemulangan sudah dimulai hari ini. Ada sekitar 400 santri akan dipulangkan secara bertahap sampai kamis," jelasnya, Selasa (16/2).

Ia mengatakan bahwa dalam proses pemulangan, pihaknya sudah memberikan masukan agar penjemputnya tidak banyak. "Diimbau hanya satu orang yang jemput. Karena posisi santri adalah kontak erat," kata Asep.

Selain itu, selama proses penjemputan pun penjemput tidak diperkenankan turun dari kendaraannya, namun santrinya langsung naik ke kendaraan dan langsung pulang. Dengan begitu, prinsip penjagaan protokol kesehatan tetap terjaga dalam proses penjemputan.

"Jadi tidak ada orang yang lama-lama karena lihat-lihat dulu pesantren. Tiga hari ditarget pemulangan selesai. Nanti kamar yang kosong akan digunakan untuk santri yang isolasi di pesantren. Jadi tidak menumpuk di satu kamar. Tapi sebelumnya dibersihkan dulu agar lebih baik," sebutnya.

Selain saat penjemputan, Asep juga mengatakan bahwa santri yang dipulangkan pun harus tetap menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Sebelumnya, para santri atau keluarganya melapor ke RT, RW, dan Puskesmas.

Selama isolasi mandiri, para santri diminta untuk tidak keluar kamar sebelum waktu isolasi selesai. Lebih dari itu, para santri bahkan diminta untuk melakukan tes usap mandiri untuk memastikan.

"Harus PCR, jangan antigen. Karena kan di sini hasil PCR juga. Jadi jangan downgrade ke antigen untuk memastikannya," ucapnya.

Asep menambahkan bahwa hingga saat ini, jumlah santri, pengajar, dan pengurus pesantren di wilayah Benda yang terpapar Covid-19, secara akumulasi berjumlah 380 orang. Jumlah tersebut merupakan hasil tes usap kepada seluruh santri, pengajar, pengurus, bahkan mereka yang melakukan aktivitas di lingkungan pesantren. Ia memastikan tidak ada yang terlewat.

Saat ini, pihaknya melakukan tracking dan tracing kepada pengajar yang tidak tinggal di lingkungan pesantren.

"Kita masih terus tracing karena ada yang tinggal di luar pesantren, bahkan dari luar daerah. Setelah ini kita akan tracing keluarga pengajar yang rumahnya ada di luar lingkungan pesantren. Kita belum luaskan tracing ke lingkungan warga sekitar pesantren," kata Asep.

Untuk santri yang terpapar Covid-19, Asep menyebut bahwa ada empat lokasi yang menjadi tempat isolasi. Keempat tempat itu adalah lingkungan pesantren, hotel Crown, RS Dewi Sartika, dan RSUD dr Soekardjo.

Santri yang diisolasi di luar pesantren, disebut Asep, masing-masing tempat didampingi oleh ustadz dan ustadzah.

"Kita memang sarankan ke pesantren agar ada pengajar positif yang ikut ke tempat isolasi. Agar ada yang bimbing mereka di sana. Jadi kan lebih hidup suasana," tutup Asep.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP