40 PKL digusur, pedagang 'adu mulut' dengan Camat Matraman
Merdeka.com - 40 Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) ditertibkan lantaran mengakibatkan saluran air mampet. Lapak tersebut terletak di Jalan Bunga, Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
Saat proses penertiban sempat terjadi kericuhan antara PKL dengan Camat Matraman, Hari Nugraha. Seorang pedagang, Bakri (50) mengatakan penertiban dilakukan terlalu terburu-buru.
"Saya sudah lama jualan sejak 1977. Hal ini terlalu tak masuk akal, terlalu cepat. Sosialisasi sudah dari 12 Mei lalu, tiba-tiba 1 Juni sudah ada perintah bongkar," ujar Bakri, Rabu (29/7).
Kericuhan lantas menyulut emosi Camat Matraman Hari Nugraha lantaran pedagang ngotot tak mau dibongkar. Padahal, kata dia, pedagang yang menolak pembongkaran bukan warga Matraman.
"Bapak ini bukan orang sini, jangan ikut ngaturlah. Penertiban ini sudah jadi program Kecamatan Matraman," tegasnya kepada Bakri.
Dia menjelaskan Bakri sebagai warga Cipinang yang memiliki lapak jualan di kawasan tersebut. Maka tak heran, menurutnya, Bakri protes lantaran telah berjualan lama di sana.
"Dia sudah berjualan lama di sana, tapi gara-gara pedagang di sini telah menyebabkan saluran air mampet tak bisa jalan," ungkapnya.
Dia mengaku, sebelumnya telah memberikan surat peringatan ketiga sebelum bulan puasa Ramadan. Namun lantaran ada permintaan pedagang yang ingin berjualan hingga sebelum Lebaran, sehingga pembongkaran sempat dibatalkan dan baru dilaksanakan hari ini.
Untuk mengantisipasi pedagang kembali, Hari telah menyediakan lokasi berjualan lain ke sejumlah pasar seperti di Pasar Palmeriam, Pasar Jatinegara, Pasar Enjo, dan sejumlah pasar lainnya di Jakarta Timur.
Dia pun merencanakan barang-barang sisa pembongkaran akan segera dibereskan Kamis (30/7) besok. Kemudian dilanjutkan normalisasi sebagai upaya perbaikan saluran oleh Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya