40 Anggota KPPS Kabupaten Klaten Positif Covid-19
Merdeka.com - 40 Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kabupaten Klaten terpapar Covid-19, usai menjalani swab test belum lama ini. Saat ini mereka menjalani karantina mandiri, agar tetap bisa bertugas saat Pilkada 9 Desember mendatang. Namun sebagian dari mereka ada yang mengundurkan diri.
"Yang sudah dinyatakan negatif nanti bisa langsung melaksanakan tugas. Terus kalau yang 40 yang positif itu ada yang mundur karena tahu risikonya, terus diganti," ujar anggota Divisi Teknis KPU Klaten, Syamsul Huda, Jumat (27/11).
Syamsul mengatakan, penggantian anggota KPPS tersebut bukan sepihak dari KPU. Namun mereka menyatakan mundur terlebih dahulu karena terpapar Covif-19. Ia belum mengetahui jumlah pasti petugas KPPS yang mengundurkan diri.
"Kalau yang positif itu mereka melaksanakan isolasi mandiri. Memang kalau KPPS ada yang positif 5 itu tetap bisa melaksanakan pemungutan tanggal 9 Desember," imbuh Ketua KPU Klaten, Kartikasari.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Klaten Anggit Budianto menambahkan, pihaknya telah melakukan rapid test terhadap sekitar 28.000 anggota penyelenggara Pilkada. Di antaranya KPPS, PPK Bawaslu dan instansi terkait lainnya.
"Dari total KPPS yang sudah kita lakukan repeat itu ada 1851 orang yang dinyatakan reaktif. Dari total yang reaktif sudah kita lakukan pemeriksaan swab. Dari 1.800an ini belum semua keluar hasilnya. Tapi sudah lebih dari dua pertiga hasil swab keluar. Dan sampai hari ini, yang konfirm positif sebanyak 40 orang,” terangnya.
Anggit menerangkan, sejak dinyatakan reaktif, para anggota KPPS tersebut sudah diminta melakukan isolasi mandiri. Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya penularan jika hasilnya positif. Apalagi mereka merupakan orang tanpa gejala atau OTG.
“Ini waktunya sudah 7 hari dari rapid test. Kita tunggu sampai 10 hari besok untuk dievaluasi. Dalam sehari kita bisa swab 60 sampai 80 di setiap Puskesmas. Untuk rapid test ini selesai dilakukan selama satu pekan,” jelasnya.
Terkait asal mula penularan, Anggit mengaku belum mengetahuinya. Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu hasil swab sekitar 300 anggota KPPS yang belum keluar hasilnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya