4 WNI yang disandera Abu Sayyaf cuma makan singkong dan kelapa
Merdeka.com - Kelompok penyandera Al Habsy Misaya dari militan Abu Sayyaf, kembali mempertegas permintaan tebusan uang 250 juta peso, untuk membebaskan empat sandera. Kondisi fisik empat sandera menurun, lantaran sering berpindah lokasi. Mereka pun makan seadanya.
"Iya dari suaranya di telepon, mereka (keempat korban sandera Ismail, M Nasir, Robin Piter dan M Sofyan) tidak seperti biasanya. Mereka makan yang ada saja, singkong dan kelapa," kata istri ABK Ismail Dian Megawati Ahmad kepada wartawan di Samarinda, Jumat (28/7) sore.
Dikarenakan lokasi yang berpindah-pindah, fisik pun menurun, dan tidak lagi tahu di mana keberadaan tiga sandera lainnya. Dalam sambungan telepon bersama penyandera Kamis (28/7) kemarin, penyandera juga menanyakan keseriusan pemerintah Indonesia.
"Dalam bahasa Inggris, mereka bertanya bagaimana pemerintahmu? Saya bilang, hari Minggu (31/7) nanti, saya berangkat ke Jakarta, untuk bertemu pemerintah. Mereka (penyandera) kembali bilang, oke meet your president," ujar Dian.
Elona Rahmadani, Kamis (28/7) kemarin, juga sempat berbincara dengan suaminya, Robin Piter. Elona tidak bisa berkata banyak, selain meminta suaminya itu bisa terus bertahan.
"Bicaranya suami saya (Robin Piter) sudah seperti orang lemas, suaranya sudah berat, seperti pasrah. Pesannya suami saya, cepat dibebaskan, khawatir nanti ada apa-apa. Saya saja yang terus dorong supaya terus bisa bertahan," ungkap Dian.
Dalam kesempatan yang sama, rekanan korban sandera yang lolos dari penyanderaan Abu Sayyaf, Albertus Temu Slamet mengatakan, pemerintah mesti lebih bekerja ekstra, untuk membebaskan sandera.
"Kita dengar kapan kepastian mereka pulang. Kalau cuma kabar-kabar tunggu saja, kita bisa tunggu di sini (di Samarinda). Intinya mereka cepat kembali selamat," kata Albertus. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya