4 Tradisi unik jelang Ramadan di Indonesia
Merdeka.com - Beberapa hari lagi Ramadan tiba. Seluruh umat muslim di dunia menyambut gembira datangnya bulan penuh berkah tersebut.
Begitu juga di Indonesia, kegembiraan jelang puasa sangat terasa dengan digelarnya berbagai tradisi unik di setiap daerah. Berikut kami rangkum 4 tradisi unik jelang Ramadan tersebut;
Balimau
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenjelang Ramadan masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat biasanya menggelar tradisi Balimau. Tradisi Balimau yaitu mandi memakai jeruk nipis yang dilakukan di sungai atau tempat pemandian.
Memakai jeruk nipis juga tradisi dari beberapa abad silam. Di mana saat itu masyarakat belum mengenal sabun mandi sehingga digunakan sebagai pembersih. Maksud dari tradisi tersebut adalah membersihkan diri lahir batin sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Dugderan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTradisi dugderan merupakan khas masyarakat Semarang setiap kali menyambut bulan Ramadan. Tradisi ini sudah berlangsung sejak abad 19 yang lalu. Tradisi Dugderan kini menjadi seperti pesta rakyat yang sangat meriah. Ada Tari Japin, arak-arakan atau karnaval hingga tabuh bedug.
Selain itu, diramaikan juga dengan kehadiran maskot Dugderan bernama Warak Ngendog. Ini adalah maskot berupa kambing dengan kepala naga lengkap kulit bersisik dari kertas warna warni serta dilengkapi dengan telur rebus. Keberadaan telur rebus sebagai penanda bahwa binatang tersebut tengah bertelur.
Megengan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSetiap kali menjelang bulan Ramadan, masyarakat Jawa Timur menggelar Megengan. Tradisi ini biasanya makan bersama tetangga-tetangga terdekat berupa kendurian. Makan bersama ini dilakukan di musala atau langgar.
Selain makan bersama, biasanya masyarakat juga membagi-bagi makanan ke sanak saudara dan kerabat. Ini merupakan ucapan syukur akan hadirnya bulan suci penuh berkah.
Perlon unggahan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTradisi khas masyarakat Banyumas, Jawa Tengah, menjelang bulan puasa ialah Perlon unggahan. Tradisi ini sudah berlangsung sejak beberapa abad silam.
Pada tradisi ini biasanya masyarakat ziarah ke makam Bonokeling tanpa alas kaki sambil mengusung nasi ambeng. Pengikut adat ini berjalan kaki hingga 30 kilometer dari Cilacap, melintasi perbukitan yang memisahkan Banyumas dan Cilacap.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya