Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Srikandi UGM mendaki Gunung Stok Kangri di India

4 Srikandi UGM mendaki Gunung Stok Kangri di India 4 srikandi Indonesia mendaki Gunung Stok Kangri. ©2016 Merdeka.com/hartanto rimba

Merdeka.com - Empat Srikandi Indonesia yakni Eva Lutvi Atur R. N, Chordya Iswanti, Dita Novita Sari, dan Ria Verentiuli akan mendaki Gunung Stok Kangri 6.153 MDPL, India, pada 4 Agustus mendatang. Mereka ingin membuktikan bahwa perempuan juga sanggup melakukan pendakian di gunung bertipe es.

Pendakian yang diinisiasi oleh mahasiswa pecinta alam Universitas Gadjah Mada tersebut dalam rangka UGM International Expedition (UIE) III dengan tema "Peak of Ancestor". Salah satu atlet pendakian, Eva Lutvi Atur R. N, mengatakan atlet dalam pendakian ini memang sengaja dipilih perempuan semua.

"Pendakian ini untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa melakukan kegiatan alam bebas seperti mendaki gunung es yang umumnya dilakukan para laki-laki," ujar Eva, Senin (18/7).

4 srikandi indonesia mendaki gunung stok kangri

4 srikandi Indonesia mendaki Gunung Stok Kangri ©2016 Merdeka.com/hartanto rimba

Gunung Stok Kangri terletak di negara India, tepatnya di daerah Leh, Ladakh. Gunung yang memiliki ketinggian 6.153 MPDL ini merupakan salah satu gunung yang berada di kompleks pegunungan Himalaya.

Dalam pendakian nantinya, Eva dan ketiga temannya akan memilih jalur pendakian dari Spituk. Kemudian tim akan turun gunung melalui jalur yang berbeda yakni lewat jalur Stok.

"Kita akan turun di bandara Delhi terus lanjut ke Ladakh. Jalur yang kami pilih itu dari Spituk terus turun di Stok," ujar Eva.

Eva menjelaskan, timnya memilih jalur Spituk karena jalurnya relatif pendek. Jalur yang tidak terlalu panjang ini bisa memudahkan pendaki dalam proses aklimatisasi atau penyesuaian suhu tubuh.

"Soalnya yang jalur itu (Spituk) enggak terlalu pendek juga nggak terlalu panjang, kalau untuk orang tropis seperti Indonesia itu memudahkan untuk aklimatisasinya," ujarnya.

Eva menjelaskan lebih lanjut, Gunung Stok Kangri yang berada di India juga memiliki hubungan erat Indonesia. Sampai sekarang kebudayaan Indonesia masih beralkulturasi dengan pengaruh kebudayaan Hindu dan Budha kuno yang datang dari India.

4 srikandi indonesia mendaki gunung stok kangri

4 srikandi Indonesia mendaki Gunung Stok Kangri ©2016 Merdeka.com/hartanto rimba

"India diketahui sudah memiliki kekerabatan yang dekat dengan Indonesia sejak zaman dahulu yang ikut mempengaruhi agama dan kebudayaan di Indonesia, misalkan saja tokoh dalam wayang. Selain itu India juga negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia," ujar Eva.

Alasan lain bagi Eva dan tiga orang temannya memilih Gunung Stok Kangri karena ketinggian dan tingkat kesulitannya cocok untuk ekspedisi yang dilakukan oleh perempuan. "Tapi kalau ketinggian di atas 6.000 itu udah masuk ketinggian yang ekstrem."

Hal itulah yang membuat Eva dan timnya sedikit grogi di saat-saat mendekati hari keberangkatannya ke India. Tetapi rasa grogi tersebut bisa diatasi dengan latihan rutin yang dijalani tim pendakian sejak bulan puasa lalu.

"Yang pastinya deg-degan sih, cuman mengatasinya dengan memaksimalkan persiapan dan latihan," ujar Eva.

Menurut Eva, untuk mendaki gunung es dibutuhkan persiapan fisik yang ekstra. Latihan tersebut meliputi lari jarak jauh, endurance, lari cepat, strenght, bersepeda, dan renang.

Selain itu, tim juga telah melewati tahapan persiapan fisik. Salah satu tahapan persiapan fisik tersebut ialah dengan mendaki empat gunung sekaligus, Merapi, Merbabu, Sindoro dan Sumbing.

Eva memberi bocoran kalau nantinya kempat pendaki perempuan tersebut masing-masing akan membawa beban 25 kilogram. Oleh karenanya persiapan fisik yang ekstra dapat melatih tubuh kuat membawa beban berat.

"Kita harus membawa beban seberat 25 kilogram selama 4 hari pendakian di gunung Stok Kangri. Rata-rata setiap hari kita berjalan 4 sampai 8 jam," ujar Eva.

4 srikandi indonesia mendaki gunung stok kangri

4 srikandi Indonesia mendaki Gunung Stok Kangri ©2016 Merdeka.com/hartanto rimba

Eva menjelaskan lebih lanjut, isi dalam setiap tas yang akan dibawa oleh pendaki ialah beberapa logistik. logistik nantinya dibagi menjadi dua, logistik pribadi dan tim. "Kalau untuk logistik tim nantinya kita tetap bawa harnest sama tali statis."

Meski segala persiapan baik fisik dan peralatan sudah matang, tim ini nantinya tetap membutuhkan seorang pemandu pendakian yang merupakan penduduk asli India. Hal itulah yang menambah kemantaban tim dalam mendaki kelak.

"Kami tetap ada guide (pemandu) dari penduduk India," imbuhnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP