4 Rumah di Garut Tertimbun Longsor
Merdeka.com - Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah selatan Kabupaten Garut, Sabtu (25/12) menyebabkan terjadinya bencana alam hidrometeorologi di Kecamatan talegong. Dilaporkan empat rumah tertimbun longsor dan puluhan lainnya terancam.
Kepala Bidang SDM Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari kecamatan bahwa lokasi bencana berada di beberapa desa, mulai Mekarmulya, Mekarwangi, dan Selaawi.
"Di Kampung Cikaramat, Desa Mekarmulya empat rumah tertimbun longsor dan mengalami kerusakan cukup parah. Bangunan lainnya yang mengalami kerusakan akibat longsor adalah tiga bangunan PAUS, Posyandu, dan Baler RW," kata Tubagus.
Selain empat rumah dan bangunan lainnya yang terdampak langsung, dijelaskan Tubagus, sedikitnya 30 rumah terancam ancaman longsor susulan. "Dua jembatan juga dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup berat," jelasnya.
Bencana tersebut, diungkapkan Tubagus, jumlah kepala keluarga yang terancam mencapai 45 orang dengan jumlah jiwa mencapai 179 jiwa.
"Akses jalan menuju lokasi bencana di Desa Mekarmulya saat ini masih sulit karena rusaknya dua jembatan itu. Sementara warga membuat jembatan darurat dari bambu yang dibuat warga. Info terakhir, warga yang rumahnya terancam sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman," ungkapnya.
Di dua desa lainnya, bencana longsor juga menerjang. "Di Desa Mekarwangi, dua rumah rusak dan penghuninya dievakuasi ke rumah saudaranya. Di Desa Selaawi, longsor juga terjadi, namun tidak dilaporkan ada yang terdampak," ucapnya.
Saat ini, Tubagus mengatakan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Talegong sudah berada di lokasi longsor untuk ikut terlibat membantu penanganan bencana.
6 Kecamatan Diterjang Banjir, Longsor dan Puting Beliung
Enam kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat diterjang bencana banjir, longsor, dan angin puting beliung,Bencana tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menerjang sejak siang hari.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Kartika Puspita Sari mengatakan bahwa enam kecamatan yang diterjang bencana adalah Cilawu, Talegong, Cisewu, Leles, Banjarwangi, dan Singajaya.
"Di Kecamatan Cilawu, bencana yang terjadi adalah longsor yang terjadi di Kampung Cigangsa, Desa Sukamaju. Material tanah dan batu dari perbukitan menutup akses utama jalan menuju Tasikmalaya dan Garut," kata Kartika.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor mulai terjadi sekitar pukul 15.30. Panjang longsor mencapai 20 meter dan menutup jalan provinsi sepanjang 100 meter.
Longsor tersebut menyebabkan robohnya 3 tiang telepon dan tergerusnya 75 tumbak tanah milik Unu (45). Kejadian tersebut pun mengancam tiga rumah, yaitu milik Amir (60), Amin (61), dan Yayat (65).
Selain di Cilawu, diungkapkan Kartika, bencana juga terjadi di Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu, perbatasan Garut dengan Cianjur.
"Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan meluapnya Sungai Cilaki dan menyebabkan putusnya jembatan gantung sepanjang 120 meter penghubung Kampung Pamalayan, Garut dengan Kampung Ciseureuh, Cianjur yang baru selesai diperbaiki terputus," ungkapnya.
Masih di Kecamatan yang sama, bencana lainnya terjadi di Desa Nyalindung dan Panggalih. Di Desa Nyalindung, banjir dan longsor terjadi dan menyebabkan tertutupnya jalan provinsi tertutup material longsor.
"Di Kampung Belendung, Desa Nyalindung, satu rumah hancur dan tiga lainnya rusak berat akibat terdampak longsor. Setidaknya delapan jiwa yang menjadi penghuni rumah terpaksa harus diungsikan ke tempat yang lebih aman," jelas Kartika.
Di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, dua rumah mengalami kerusakan akibat terdampak longsor. Kedua rumah tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.
Di Kecamatan Talegong, lanjut Kartika, bencana longsor pun terjadi. Lokasi bencana berada di Desa Mekarmulya, Mekarwangi, dan Selaawi.
Akibat bencana longsor di wilayah Talegong, setidaknya 4 rumah tertimbun material longsor, 2 rumah mengalami kerusakan, 3 bangunan paud, posyandu, 1 sekolah dasar, dan bale RW terdampak.
"Di Desa Mekarmulya, 45 kepala keluarga dengan 179 jiwa terancam. 2 jembatan juga dilaporkan rusak. Di Desa Mekarwangi, dua rumah warga rusak dan penghuninya diungsikan ke rumah saudaranya," ucapnya.
Di wilayah Kecamatan Leles,tepatnya di Desa Jangkurang, hujan deras dengan angin kencang menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan. Menurut Kartika, kebanyakan rumah mengalami kerusakan di bagian atap.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah yang mengalami kerusakan adalah milik Ida (40), Ipah (40), Viki (31). Carmana (42), Rukmana (45), Ida (42), Adun (52), Ruhyat (36), dan Heri Weni (32).
Di dua Kecamatan lainnya, kata Kartika, tepatnya di Banjarwangi dan Singajaya, bencana longsor terjadi. "Untuk laporan lengkapnya belum masuk ke kami," katanya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya