4 Pemburu beruang madu di Indragiri Hilir ditangkap polisi
Merdeka.com - Satuan Reskrim Polres Indragiri Hilir menangkap 4 pelaku pemburu beruang madu. Para pelaku memburu hewan dilindungi itu dengan sadis menjerat hingga menghunuskan tombak.
"Para pelaku ini menggunakan cara yang sadis dalam memburu hewan beruang madu di Kecamatan Tempuling, memang di situ banyak satwa liar yang dilindungi," ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra kepada merdeka.com, Selasa (3/4).
Para pelaku ditangkap setelah sukses memburu beruang madu itu di lokasi yang berbeda. Ada yang ditangkap saat berada di lokasi menjerat beruang di Parit XI Desa Mumpa Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.
Christian menjelaskan, pelaku adalah Zulkifli Panghitungan Dolok Pasaribu (39), Gantisori Sihombing Sumbil Pagagan (34), Junus Sinaga (51), Fransiskus Butar-butar. Mereka semua berdomisili tak jauh dari lokasi penjeretan beruang madu tersebut.
"Barang bukti yang disita polisi bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau sejumlah karung berisikan organ tubuh beruang. Total organ tubuh beruang berat estimasi 50 kilogram," ujar Christian.
Dia mengatakan, 1 karung berisi organ tubuh beruang disita dari Gantisori Sihombing, 2 karung berisi organ tubuh beruang dari Junus Sinaga, alat yang digunakan untuk menjerat beruang dan plastik berisi organ beruang yang disita dari Julkiply Pangihutan Dolok Pasaribu.
"Kita juga menyita 1 pisau yang digunakan untuk memotong beruang dari Gantisori Sihombing, 1 senapan angin yang digunakan menembak beruang dari Gantisori Sihombing," tukas Christian.
Menurut Christian, pelaku awalnya memasang jerat babi di Parit XI Desa Mumpa Kecamatan Tempuling sebanyak lebih kurang 50 jerat. Setelah dipasang, jeratan pun ditinggal mereka. Namun beberapa hari kemudian, pelaku mengecek jeratan babi yang dipasang. Mereka menemukan 3 ekor beruang dengan posisi terjerat. Kondisinya, 2 ekor beruang masih hidup, dan 1 sudah mati.
"Beruang yang hidup ditombak di bagian leher lalu dipukul bagian kepala dengan menggunakan kayu sampai beruang mati lalu dikarungi oleh mereka," tandasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya