4 Korban ledakan SPBU dirujuk ke Makassar, seperti ini kondisinya
Merdeka.com - Empat dari delapan korban ledakan tangki premium di SPBU Patung Kuda di Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, sekira 30 kilometer dari perbatasan Kota Makassar, saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Keempat korban ledakan ini sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Salewangang, Kabupaten Maros.
Para pekerja SPBU yang jadi korban ini dirujuk ke Makassar dan tiba semalam sekira pukul 00.00 WITA. Kini keempatnya masih dalam penanganan para medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IRD) dan sementara menunggu jadwal operasi.
Direktur Utama RSUP Wahidin Sudirohusodo, Dr. dr. Khalid Saleh menyebutkan, empat korban adalah Abdul Razak (44) dengan luka 90 persen dan alami trauma inhalasi atau gangguan pernapasan, Andi Makkulau (28) dengan luka bakar 50 persen, Jamaluddin (30) dengan luka bakar 10 persen dan Riko Tendean (40) dengan luka bakar 40 persen.
"Keempatnya akan melalui debridemen atau operasi pembersihan jaringan," kara Khalid Saleh, Rabu (8/3).
Sementara itu, dr Asrul Mappiwali, dokter bedah yang menangani keempat pasien mengatakan, kondisi paling parah di antara keempatnya adalah korban yang bernama Abdul Razak. Kemudian menyusul korban Andi Makkulau juga tergolong grade 2A tapi luka bakarnya hanya 50 persen.
"Pasien Abdul Razak ini yang kita harus tangani segera. Kita utamakan karena luas lukanya itu 90 persen. Kita akan debridemen atau operasi pembersihan jaringan secepatnya. Saat ini kondisinya sama dengan yang lainnya yakni dipasangi alat bantu pernapasan untuk mencegah trauma inhalasi atau gangguan pernapasan secara tiba-tiba," jelas Asrul Mappiwali.
Jadwal operasinya sementara dipersiapkan sembari menunggu hasil laboratorium. Sambil menunggu jadwal operasi, dokter melakukan pembersihan luka. Selebihnya sudah diperban agar tidak terjadi kerutan kulit. Hari ini yang akan menjalani operasi adalah Abdul Razak dan Andi Makkulau.
"Luka bakar para korban ini cukup parah jadi dipastikan harus rawat inap sehingga kita bisa evaluasi setiap hari. Adapun soal peluang kesembuhannya itu tergantung manusianya dan luasnya luka bakar," tutur Asrul.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya