Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Kasus arogansi mengaku anak jenderal

4 Kasus arogansi mengaku anak jenderal Ngaku anak jenderal, Honda Jazz serobot jalur TransJakarta. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Lagi-lagi kasus arogansi membawa-bawa nama jenderal terjadi. Seorang pengendara mobil Honda Jazz meminta paksa petugas untuk membuka portal di jalur busway. Sang pengendara bahkan menggertak petugas bahwa dirinya adalah anak jenderal.

Setelah ditelusuri dari alamat pemilik mobil, ternyata si pengendara Honda Jazz tersebut bukanlah seorang anak jenderal, melainkan seorang karyawan swasta. Hal ini sesuat dengan pengakuan tetangga.

Kasus arogansi mengatasnamakan anak jenderal bukan kali ini saja terjadi. Bahkan, pernah juga terjadi penipuan mengatasnamakan Kapolri. Si pelaku mengaku anak Kapolri.

Apa saja kasus-kasus arogansi mengatasnamakan anak jenderal? Berikut beberapa kasus yang berhasil dihimpun merdeka.com, Rabu (31/7):

Mengaku anak jenderal polisi, keroyok mahasiswa culun

jenderal polisi keroyok mahasiswa culun rev7Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ivan Muhammad (19), seorang mahasiswa mengaku dikeroyok 10 seniornya di kampus Universitas YARSI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dia dipukuli dan tidak berani melawan karena para pengeroyoknya mengaku sebagai anak jenderal polisi.Ivan mengaku dipukuli karena dianggap culun dan tidak mau minum minuman keras. Dia dipukuli di belakang kampus hingga babak belur. Muka Ivan tampak memar dan matanya merah.Ada yang inisial A, dia yang pegang komando sambil bawa logo Polri. Dia bilang udah pukulin aja anak culun ini, kata Ivan, Minggu (26/10/2012) lalu.Anak-anak bengal ini mengaku-aku sebagai anak pejabat. Bahkan ada yang mengaku sebagai anak hakim MK. Ada yang bilang. Lo mau lapor polisi lapor aja. Gue anak jenderal tau, kata Ivan.

Bentrok dengan wartawan, mahasiswa Trisakti ngaku anak jenderal

wartawan mahasiswa trisakti ngaku anak jenderal rev7Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Demonstrasi Mahasiswa Trisakti di depan Istana Merdeka beberapa waktu lalu berlangsung ricuh. Wartawan Sindo TV bernama Sukron dipukul salah seorang mahasiswa Universitas Trisakti Muhammad Ardinal yang mengaku anaknya seorang Brigjen TNI.Sebelum pemukulan, terjadi keributan antar-mahasiswa Fakultas Hukum dan Fisipol Trisakti. Mereka terlibat dorong-dorongan sehingga mengakibatkan barisan tidak beraturan.Terjadilah keributan antar sesama mahasiswa Trisakti tersebut. Saat wartawan ingin mengambil gambar, sebagian mahasiswa tidak terima. Akhirnya terjadi pemukulan kepada Sukron yang saat itu berada di dekat lokasi keributan. Usai memukul, mahasiswa Trisakti yang bernama Muhammad Ardinal mengaku sebagai anak jenderal.Muhammad Ardinal pernah tinggal Jalan Tali IV nomor 8 RT 005 RW 008 Kotabambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat. Namun dari pengakuan tetangga, orang tua Ardinal bukanlah seorang Brigjend.Kalau namanya Ardinal, iya dia pernah tinggal di sini. Ardinal ini dipanggilnya Dinal. Tapi bapaknya bukan Brigjen. Yang saya tahu, orang tuanya namanya pak Karim. Pak Karim itu orang pimpinan pemadam kebakaran di Jakarta Barat, kata Yudi  (25), teman main semasa kecil Ardinal, Kamis (23/5).Namun, kata Yudhi, Ardinal dan keluarganya sudah lama pindah dari rumah yang merupakan rumah kontrakan tersebut. Dia sekeluarga sudah pindah sekitar sepuluh tahun yang lalu, ujarnya.

Penipuan pendaftaran Akpol, wanita cantik ngaku anak Kapolri

akpol wanita cantik ngaku anak kapolri rev7Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Penipuan dengan mencatut nama Kapolri, Jenderal Timur Pradopo terjadi di Kota Bekasi. Seorang perempuan bernama Yora Bunda Rindi, mengaku sebagai anak Jenderal bintang empat itu bisa memasukkan orang menjadi polisi.Dalam kasus ini, Polresta Bekasi Kota menangkap satu orang berinisial EN yang ikut terlibat dalam lingkup penipuan yang nilainya mencapai Rp 1,620 miliar, dari enam korban yang hendak masuk akademi polisi dan bintara polisi.EN saat ini mendekam di rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. EN ditangkap di Pekayon, Bekasi Selatan pada Rabu, 1 Mei 2013 oleh Jajaran Reskrim Polresta Bekasi Kota atas laporan Uly Sianturi pada 10 April 2013 lalu.

Keterlibatan EN dalam kasus ini sebagai penerima uang melalui transfer dari Uly Sianturi, yang ternyata lima dari enam orang yang dibawa Uly tidak masuk menjadi polisi.Namun, EN setelah menerima uang dari Uly, kemudian ditransfer kembali ke Yora Bunda Rindi yang bertindak sebagai orang yang bisa meloloskan pendaftaran calon bintara dan akademi Polisi. Pasalnya, Yora Bunda Rindi mengaku sebagai anak orang nomor 1 di korps Kepolisian itu.Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Priyo Widyanto, mengatakan, saat ini tersangka yang mengaku sebagai anak Kapolri sedang dilakukan pencarian untuk penangkapan. Dalam kasus ini, kata dia tidak ada sangkut pautnya dengan anggota keluarga Kapolri.Karena menurut tersangka (EN) yang saat ini sudah ditahan bahwa sebagian uang yang diterima sudah ditransfer kepada tersangka (Yora Bunda Rindi), pungkasnya kepada wartawan, Jumat (3/5).

Ngaku anak jenderal, sopir Honda Jazz paksa buka portal busway

jenderal sopir honda jazz paksa buka portal busway rev7Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Seorang pengendara Honda Jazz memaksa petugas TransJakarta untuk membuka portal busway. Sang pengendara menggertak petugas bahwa dirinya adalah anak jenderal.Ada pengendara mobil yang ngaku-ngaku anak jenderal dan meminta petugas membuka portal busway, ujar Humas BLU TransJakarta Sri Ulina kepada merdeka.com, Selasa (30/7).Menurut Sri, kejadian tersebut terjadi di Galur, Senen, Jakarta Pusat sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu lokasi kejadian memang macet.Dia memaksa petugas untuk membuka portal busway, padahal yang boleh masuk hanya bus transjakarta. Terus di bilang dia anak jenderal, terangnya.Petugas BLU transJakarta yang saat itu bertugas di lokasi sempat mengambil gambar peristiwa tersebut. Dalam foto yang diunggah dalam twitter @BLUTransJakarta, mobil berwarna silver tersebut memang terlihat di depan portal busway. Namun saya, pelat nomor dan sopir kendaraan yang belum diketahui identitasnya itu tidak terjepret kamera.

Baca juga:Ayah Febri malu lihat kelakuan anaknya ngaku anak jenderalSopir Honda Jazz mengaku anak jenderal tahunya anak petani karetKuliah di Trisakti, 'anak jenderal' diberi mobil dan apartemenNgaku anak jenderal, Febri ditilang dan dicabut SIM-nyaIbu syok Febri ngaku 'anak jenderal'

(mdk/war)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP