Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Kantor Partai Demokrat di Jatim dikepung massa NU

4 Kantor Partai Demokrat di Jatim dikepung massa NU Sutan Bhatoegana. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Hari ini, massa NU pendukung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengepung kantor Partai Demokrat di seluruh Jawa Timur pada waktu bersamaan. Mereka menuntut Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Sutan Bhatoegana bertanggung jawab atas ucapannya sekaligus meminta PD untuk memecat Sutan.

Beberapa daerah yang disatroni kaum Nahdliyin itu antara lain, Surabaya (DPW Partai Demokrat Jawa Timur), dan DPC Partai Demokrat di Jombang, Lamongan, dan Malang.

Massa yang berunjuk rasa itu terdiri dari berbagai elemen, antara lain DKW Garda Bangsa, DPW Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa, DPW Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa, PMII Jawa Timur, Banser Gununganyar Surabaya, Pagar Nusa Jambangan, Santri Pondok Pesantren Pasrepan Pasuruan, Jamaah Ngaji dan Ngopi (Jangop) Surabaya dan lain-lain.

"Yang dilakukan Sutan Bhatoegana adalah untuk menutupi semua perbuatan kader-kadernya terkait kasus-kasus korupsi, Century, Hambalang, Wisma Atlit dan berbagai kasus korupsi lainnya," teriak salah satu orator Ari Rangkuti di depan Kantor DPW Partai Demokrat, Jalan Kertajaya, Rabu (28/11).

Ari menyebut ucapan Sutan di salah satu stasiun televisi swasta sepekan lalu tak sepatutnya dilakukan. Terlebih, Sutan merupakan seorang politisi. Selain berorasi, massa juga mengusung poster bertuliskan kalimat hujatan dan tuntutan, termasuk foto wajah Sutan yang disilang dengan spidol warna merah.

Di Lamongan, massa NU juga mendatangi kantor DPC PD dengan membawa tuntutan serupa. Mereka juga menuntut Sutan beserta pengurus Demokrat meminta maaf kepada almarhum Gus Dur dan keluarganya.

"Kami juga meminta Sutan Bhatoegana dan Demokrat meminta maaf kepada seluruh warga Nahdliyin," ungkap Korlap Aksi Gerdu Lamongan Benu Muharto.

Sembari berunjuk rasa, massa Gerdu Lamongan sempat melempari kantor DPC Partai Demokrat Lamongan dengan tomat busuk.

Sementara gelombang protes juga terus mengalir di Jombang, Jawa Timur. Massa berunjuk rasa usai menggelar doa bersama di pusara Gus Dur dan mendengar petuah dari pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, yang tak lain adalah adik kandung Gus Dur.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menegaskan, dia tidak bermaksud menyudutkan mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Justru, Sutan mengaku kalau dirinya sedang difitnah setelah berbicara soal lengsernya Gus Dur.

"Saya katakan bahwa pemerintah mana yang bersih-bersih banget, bahkan Gus Dur pun kalau bersih gak akan diturunkan di tengah jalan, gitu aja, masa saya dibilang fitnah," kata Sutan di Gedung DPR Jakarta, Selasa (27/11). (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP