4 Hari pasca-kerusuhan di Mako Brimob, polisi pasang spanduk 'doa dan dukungan'
Merdeka.com - Lima orang anggota Polri gugur dalam insiden kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5) malam. Selang dua hari satu orang anggota Polri lainnya juga tewas ditikam orang tak dikenal.
Lima anggota Polri yang tewas setelah disandera napi teroris yakni Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dan Briptu Luar Biasa Anumerta Fandy Nugroho. Sedangkan Bripka Mahrum Prencje tewas pada Kamis (10/5) malam.
Beberapa hari mulai dari insiden kerusuhan itu, Jalan sekitar Mako Brimob atau Komjen Pol M Yasin dialihkan ke Jalan Nusantara dari arah Jalan Margonda Raya dan Jalan Timah dari arah Jalan Raya Bogor. Namun, penutupan jalan itu hanya berjalan hingga Kamis (10/5) sore saja.
Saat ini, masyarakat atau para pengendara bisa melewati jalan depan Mako Brimob. Pantauan merdeka.com di lokasi, sekitar pukul 14.10 WIB terlihat empat anggota Brimob memasang sebuah spanduk putih yang berukuran panjang di pagar RS Bhayangkara.
Spanduk itu bertuliskan 'Doa dan Dukungan' serta di bagian sebelah kiri spanduk terdapat foto para anggota Polri yang tewas saat insiden kerusuhan dengan tagar #DukaKamiPahlawan dan di bagian sebelah kanan spanduk adanya logo brimob dan Polri serta tagar #KamiTidakTakutTeroris.
Iis (39) warga asal Condet, Jakarta Timur, orang pertama yang melakukan tanda tangan di spanduk itu merasa perihatin atas kejadian tersebut. Dirinya menyebut Islam tak mengajarkan untuk berbuat kekerasan seperti apa yang dilakukan oleh para teroris.
"Sebenarnya masalah ini kan Islam itu mengajarkan untuk kebaikan, kalau misalnya ini kemungkinan ada salah paham tapi semacam ada provokator," kata Iis usai melakukan tanda tangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (12/5).
Dirinya berharap agar para narapidana teroris yang melakukan hal tersebut dapat dihukum. Menurutnya, dalam Islam tak diajarkan untuk melakukan kerusuhan melainkan perdamaian.
"Saya berharap supaya ini ditindak seadil-adilnya, karena polri harus mempersatukan NKRI. Islam tidak mengajarkan seperti itu karena Islam mengajarkan kedamaian," ujarnya.
Seperti diketahui, insiden kerusuhan napi teroris di Mako Brimob terjadi pada Selasa (8/5) malam sekitar pukul 19.00 WIB hingga Kamis (10/5) dini hari. Lima anggota Polri gugur dibunuh para tahanan teroris dan satu tahanan teroris tewas ditembak petugas. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya