4 Bangunan di Blitar Rusak Akibat Gempa M 5,3 Kabupaten Malang
Merdeka.com - Gempa bumi dengan magnitudo 5,3 terjadi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (22/10). Guncangan gempa dirasakan kuat di Kabupaten Blitar selama 2 sampai 4 detik.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan gempa membuat empat gedung di Kabupaten Blitar rusak. Rinciannya, gedung Mushola An Nur di Kecamatan Binangun, gedung kantor Desa Sarang, gedung balai kesenian Desa Sidorejo, dan gedung kantor Kecamatan Binangun.
Selain empat bangunan tersebut, tercatat satu rumah mengalami rusak ringan. Data ini berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar.
"Belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa," katanya, Jumat (22/10).
Abdul menambahkan, BPBD Kabupaten Blitar terus melakukan asesmen dan koordinasi dengan lintas instansi guna pendataan dampak yang ditimbulkan akibat gempa bumi.
Abdul mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait gempa bumi.
"Di samping itu, masyarakat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi dan selalu memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa," pesannya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa bumi M 5,3 Kabupaten Malang merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Menurut BMKG, guncangan gempa bumi ini juga dirasakan di daerah Ponorogo, Malang, Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Pacitan, Lumajang, Jember dan Trenggalek. Hingga hari Jumat, 22 Oktober 2021 pukul 09:43 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya