Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Aksi nyeleneh PSK Dolly tolak penutupan

4 Aksi nyeleneh PSK Dolly tolak penutupan Gang Dolly. ©REUTERS/Sigit Pamungkas

Merdeka.com - PSK, mucikari dan sebagian warga Gang Dolly dan Jarak lantang menolak penutupan lokalisasi yang sudah mengakar kuat ini. Mereka pun mengaku tak takut dan siap mati mempertahankan lokalisasi di jantung kota pahlawan yang sudah melegenda itu.

Sebagai upaya penolakan, para PSK dan mucikari juga kerap melakukan aksi turun ke jalan bahkan hingga memblokir Jalan Jarak, Surabaya. Namun bukan itu aksi turun ke jalan saja yang dilakukan para PSK, mereka juga melakukan aksi-aksi unik hingga nyeleneh.

Para PSK dan mucikari juga pernah menampilkan pertunjukan atau teater yang berjudul 'Dolly Riwayatmu Kini' beberapa waktu. Lalu aksi apalagi yang dilakukan para PSK DOlly dalam upayanya melawan Wali Kota Surabaya Tri Risma?

Berikut 4 aksi nyeleneh para PSK menolak penutupan Gang Dolly:

Warga Dolly tumbal kerbau bule

tumbal kerbau bule rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Aksi para penghuni Gang Dolly dan Jarak, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur pasca-deklarasi penutupan oleh Pemkot Surabaya pada 18 Juni lalu, hampir setiap hari dilakukan dengan berbagai cara, mulai menggelar upacara bendera hingga atraksi debus dari Mbah Gimbal.Kemarin puluhan penghuni lokalisasi kembali turun jalan. Kali ini, aksi yang mereka lakukan adalah mengarak seekor kerbau bule keliling lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara tersebut, yang kemudian diakhiri dengan penyembelihan hewan tersebut sebagai tumbal.Arak-arakan dimulai dari Posko Front Pekerja Lokalisasi (FPL) di Jalan Jarak, kemudian masuk ke lorong-lorong lokalisasi yang ada di kawasan tersebut. Saat mengarak kerbau tersebut, di atas kepalanya tertempel kertas karton bertuliskan 'Tumbale Dolly-Jarak'. Selain itu, kertas karton itu juga tertulis nama Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Kepala Dinas Sosial Surabaya, Supomo.Sementara penyembelihan tumbal kerbau yang dilakukan usai arak-arakan, tujuannya agar Dolly dan Jarak tetap bisa beroperasi kembali. Sebab, selama ini, lokalisasi yang didirikan perempuan keturunan Belanda, Dolly van Der Mart itu, menjadi tumpuan perekonomian warga sekitar, mulai dari tukang cuci, warung makanan hingga tukang parkir.

PSK dan mucikari kembalikan uang kompensasi

mucikari kembalikan uang kompensasi rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sekitar 12 pekerja seks komersial (PSK) dan mucikari Gang Dolly dan Jarak, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, berbondong-bondong mengembalikan uang kompensasi yang sudah diambilnya dari Koramil 0832/01, Sawahan, Rabu (25/6).PSK dan mucikari yang sudah mengambil uang kompensasinya, ada sekitar 350 orang lebih. Namun, jumlah itu kembali berkurang, karena 12 orang di antaranya berinisiatif mengembalikan uang kompensasi Rp 5.050.000 untuk masing-masing PSK dan Rp 5 juta untuk masing-masing mucikari.Alasannya, mereka masih ingin bekerja sebagai pelayan seks di lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara tersebut, yang ternyata masih menggeliat pasca-deklarasi penutupan yang dilakukan Pemkot Surabaya pada 18 Juni lalu di Islamic Center.Salah satu PSK yang mengembalikan uang kompensasi itu adalah Lina. PSK Gang Dolly asal Malang ini mengaku, keinginannya untuk mengembalikan uang tersebut murni atas keinginannya sendiri tanpa ada paksaan dari pihak lain.

Topik pilihan: Prostitusi | human trafficking

Ribuan PSK tolak uang kompensasi

tolak uang kompensasi rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Tepat pukul 16.00 WIB, kamis (26/6) sore, Pemkot Surabaya, Jawa Timur memutuskan untuk mengakhiri masa penyaluran uang kompensasi penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak, Kelurahan Putata Jaya, Kecamatan Sawahan. Penyaluran dana kompensasi untuk 1.449 pekerja seks komersial (PSK) dan 311 mucikari itu sendiri, dilakukan sejak tanggal 19 Juni.Namun hingga Kamis sore, para PSK dan mucikari yang mengambil dana kompensasi melalui Kantor Koramil Kecamatan Sawahan, terhitung hanya 395 PSK dan 64 mucikari saja."Bagi yang belum mengambil, kami masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Pemkot Surabaya. Termasuk nama-nama yang belum tercatat," kata Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Surabaya, Dedy Sosialisto dalam keterangan pers-nya di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Kamis (26/6).Dia merinci, hingga ditutupnya pengambilan dana kompensasi penutupan lokalisasi, terhitung ada 1.054 PSK dan 247 mucikari yang belum mengambil haknya di Koramil Sawahan. "Bagi yang telah mengambil tapi kemudian mengembalikan uang kompensasinya lagi, secara otomatis tidak terhitung," lanjutnya.

Topik pilihan: Prostitusi | human trafficking

PSK dan Mucikari gelar tumpengan

mucikari gelar tumpengan rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

PSK warga masyarakat lokalisasi Dolly dan Jarak juga pernah menggelar tumpengan di perempatan gang Lebar Jalan Putat Jaya, Surabaya, Jawa Timur. Acara tumpengan dan pengajian itu dilakukan pada Rabu (18/06) malam.Tumpengan yang digelar oleh tokoh masyarakat dan perangkat desa ini sebagai deklarasi penolakan penutupan lokalisasi Dolly. Di waktu yang bersama, Wali Kota Surabaya Tri Risma juga menggelar deklarasi penutupan lokalisasi Dolly dan jarak di Gedung Islamic Center, jalan Dukuh Kupang, Surabaya.Aksi tumpengan ini pun dihadiri PSK, mucikari dan warga sekitar. Acara tumpengan ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap deklarasi yang dilakukan Tri Risma.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP