Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

37 Lokasi di Makassar Banjir, 3.206 Warga Terdampak

37 Lokasi di Makassar Banjir, 3.206 Warga Terdampak Warga Makassar mengungsi akibat banjir. ©2021 Merdeka.com/Ihwan Fajar

Merdeka.com - Curah hujan tinggi yang terjadi di Kota Makassar dalam tiga hari terakhir membuat 37 titik mengalami banjir. Akibatnya, ribuan warga terdampak banjir berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Hendra Hakamuddin mengatakan pihaknya mendata setidaknya ada 3.206 warga di enam kecamatan terdampak banjir. Hendra merinci di Kecamatan Biringkanaya terdapat 11 titik banjir dan 1.508 warga terdampak.

"Di kecamatan ini, tercatat ada enam lokasi banjir seperti di kompleks BTP Blok AF, Perumahan Mangga Tiga, Perumahan Bukkangmata, Kotipa Raya-Perumahan Kodam III, Perumahan Al Marhamah Kompleks Depag (Daya) dan Kampung Katimbang," ujarnya kepada wartawan, Selasa (7/12).

Setelah Kecamatan Biringkanaya, Manggala menjadi daerah selanjutnya yang warganya terdampak banjir. Hendra mengungkapkan terdata 1.214 orang yang mengungsi di enam titik pengungsian.

"Lokasi banjir di Bukit Batu, Kampung Baru, Jalan Toa Daeng, Perumahan Swadaya Mas, Kampung Kejeng, Kampung Romang Tangaya, Kampung Kajang, Perumnas Antang Blok 8 dan 10 serta Kompleks IDI Manggala," bebernya.

Sementara di Kecamatan Panakukang, sebanyak 163 jiwa dengan enam titik pengungsian. Lokasi terdampak banjir di Asrama Polisi Panaikang, dan BTN Citra Tello, Kelurahan Tello Baru.

"Kecamatan Rappocini sebanyak 102 jiwa dengan enam lokasi pengungsian. Kecamatan Tamalate, 57 jiwa dengan dua titik pengungsian. Lokasi banjir di Malengkeri 3 dan Kampung Lette," kata mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Makassar ini.

Kecamatan Tamalanrea, tercatat 162 jiwa dengan tiga titik pengungsian. Lokasi banjir, di BTP, Blok AA, AB, AC, AD, dan AE. Perumahan Nusa Harapan Permai (NHP), Perumahan Bung Permai Perumahan Antara, Perumahan Hamsi, Perumahan Asal Mula dan Perumahan Hartaco Permai di Kelurahan Tamalanrea.

BPBD Makassar, kata Hendra masih melakukan evakuasi terhadap lansia, anak, dan kelompon rentan. Sejumlah personel dan peralatan disiapkan untuk mengevakuasi warga.

"Saat ini difokuskan evakuasi menggunakan perahu karet dan diprioritaskan kelompok rentan seperti perempuan hamil, orang tua dan penyandang disabilitas," ucapnya.

Sementara Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto turun langsung mengecek kebutuhan warganya yang melakukan pengungsian. Danny turun di dua titik yakni di Daeng Toa 3 Kecamatan Manggala dan Kodam 3 Kecamatan Biringkanaya.

"Kemarin saya turun masih sampai mata kaki dan ternyata hari ini sudah setinggi dada orang dewasa. Ini merupakan banjir terbesar di sepanjang dua periode saya," kata wali kota berlatar arsitek ini.

Danny sudah memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membantu menyalurkan logistik kepada warga terdampak banjir. Sejumlah kebutuhan pengungsi yakni susu bayi, popok, minyak kayu putih, minyak gosok dan selimut.

"Saya sudah perintahkan bawa makanan yang siap makan bukan siap masak. Karena tidak ada waktu untuk masak sekarang. Kita tidak bikin dapur umum tapi kita gilir langsung makanan siap," ucapnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP