34 Rumah rusak dan seorang warga Yogya terluka akibat puting beliung
Merdeka.com - Angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di DIY, Selasa (24/4). Angin puting beliung ini menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Akibat terjangan angin puting beliung ini 34 rumah warga rusak dan satu orang terluka.
Supervisor Kelompok II Pusdalops BPBD DIY, Indrayanto menyampaikan 34 rumah rusak di Kampung Sorowajan berada di dua lingkungan RT yaitu di RT 2 dan RT 3 yang berada di RW 8, Kampung Sorowajan.
"23 rumah di wilayah RT 2. Dan 11 rumah rusak di wilayah RT 3. Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap rumah," ujar Indrayanto, Selasa (24/4).
Indrayanto menambahkan selain di wilayah Sorowajan, kerusakan juga terjadi di wilayah Timoho, Kota Yogyakarta. Sejumlah pohon roboh dan mengenai rumah warga.
"Pohon tumbang di kampus STPMD APMD. Selain itu seorang dosen dilarikan ke rumah sakit Bethesda," urai Indrayanto.
Indrayanto menambahkan hingga saat ini pihak BPBD DIY bersama BPBD Kota Yogyakarta dan BPBD Kabupaten Bantul, masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi paska terjangan angin puting beliung.
Sementara itu, sejumlah bangunan di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) APMD mengalami kerusakan. Pengelola kampus memutuskan meliburkan sementara kegiatan perkuliahan.
Rektor STPMD APMD, Habib Muhsin mengatakan sejumlah ruang kuliah di kampusnya mengalami kerusakan karena diterjang angin puting beliung. Sehingga kegiatan perkuliahan akan diliburkan sementara.
"Atap kuliah jebol kena angin puting beliung. Minggu ini perkuliahan diliburkan (sampai Jumat)," ujar Habib.
Habib menjelaskan selama diliburkan, pihak kampus akan berusaha memerbaiki kerusakan yang terjadi. Sehingga kerusakan segera bisa diperbaiki dan perkuliahan kembali dilakukan.
"Ya saya harap 2-4 hari cukup untuk memerbaiki kerusakan yang ada. Sehingga perkuliahan bisa kembali dilakukan," ucap Habib.
Habib menambahkan sedikitnya ada dua gedung di STPMD APMD yang rusak di bagian atap. Dua gedung itu adalah Grha Patria Nusantara dan Gedung Akademi Pembangunan Masyarakat Desa atau gedung perkuliahan.
"Gedung Pasca Sarjana juga ada (atap rusak), tapi hanya sebagian kecil. Kerusakan paling parah di Graha Patria Nusantara sama Gedung Akademi Pembangunan Masyarakat Desa. Ruang baca (di dalam Gedung Akademi Pembangunan Masyarakat Desa) atapnya porakporanda," tutup Habib.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya