Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Warga di Mojokerto Meninggal Akibat Angin Kencang

3 Warga di Mojokerto Meninggal Akibat Angin Kencang Ilustrasi Mayat. ©shutterstock

Merdeka.com - Tiga warga meninggal dunia akibat angin kencang di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Bencana ini terjadi pada Minggu (14/11), pukul 16.30 WIB.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan selain korban tewas, angin kencang mengakibatkan tiga warga mengalami luka berat.

"Tak hanya korban meninggal dan luka berat, dua warga juga dilaporkan mengalami luka ringan akibat peristiwa ini," kata Muhari melalui keterangan pers, Senin (15/11).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, angin kencang membuat pohon tumbang. Kerugian material sementara yakni satu warung mengalami rusak berat.

Pascakejadian, BPBD Kabupaten Mojokerto bersama dinas terkait dan masyarakat mengevakuasi korban luka-luka. Para korban kini dirawat di rumah sakit terdekat. Selain pertolongan dan penyelamatan, petugas di lapangan membersihkan pohon tumbang serta material bangunan yang berserakan hingga pukul 20.30 WIB.

Sementara itu, dua kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur masih terendam banjir yakni Desa Kandangan di Kecamatan Pesanggaran dan Desa Kedunggebang di Kecamatan Tegaldlimo. Banjir terjadi sejak Minggu (14/11), pukul 19.00 WIB.

Sebanyak 66 KK, satu tempat ibadah, satu pasar tradisional, satu fasilitas pendidikan terdampak, dan jembatan Sumber Adi-Sumber Jambe terdampak.

BPBD Kabupaten Banyuwangi melaporkan, banjir berangsur surut. Namun, debit air sungai masih tampak tinggi. BPBD mulai berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk siap siaga dan pendataan.

Abdul meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Saat terjadi musim hujan, masyarakat diimbau tidak berlindung di bawah pohon, papan baliho, maupun bangunan yang kurang kuat.

"Upayakan untuk mencari perlindungan di bawah bangunan dengan struktur yang kuat. Di samping itu, petugas daerah maupun warga dapat memotong ranting-ranting pohon baik di ruang publik maupun sekitar rumah. Hal tersebut dapat mengurangi risiko saat pohon terkena angin kencang maupun beban air saat hujan lebat turun," tutupnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP