3 Petugas KPPS di Banten Meninggal karena Kelelahan, 12 Orang Sakit
Merdeka.com - Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia saat bertugas selama Pemilu di Banten bertambah menjadi tiga orang. Belasan petugas dikabarkan terbaring sakit.
Diduga, para petugas KPPS yang meninggal karena kelelahan. Sebab proses penghitungan suara selesai hingga dini hari bahkan di TPS 40 Tangerang Selatan, sampai pukul 12.00 WIB Kamis (18/4).
Ketiga petugas KPPS di Banten yang meninggal yakni Anis Gunawan petugas Linmas KPPS 4 Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.
Kemudian, Hanafi Ketua KPPS 40 Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel, dan Jumri petugas KPPS 19, Kampung Pasir Awi, Desa Sukaraja, Kecamatan Warung Gunung, Kab Lebak.
"Iya laporan terakhir bertambah lagi menjadi tiga orang dari Lebak dan Kabupaten Tangerang," kata Komisioner KPU Banten Eka Setialaksmana saat dihubungi, Senin (22/4).
Sedangkan Petugas KPPS yang jatuh sakit tersebar di Kabupaten Serang. Berikut datanya:
1. Abdul Wahid, petugas TPS 9 Sesa Sindang Mandi, Kecamatan Baros
2.Emi Suhaemi, sekretaris PPS Desa Sindang Mandi, Kecamatan Baros
3. Asep Sopiyana, Ketua PPS Desa Sukasari, Kecamatan Tunjung Teja
4. Amanurdin, Ketua KPPS 7 Kampung Pabuaran, Desa Cikande, Kecamatan Cikande
5. Mustanafah, Petugas TPS 08 Desa Pamengkang Kecamatan Kramawatu
7. Entum Mahtumah, petugas TPS 8 Desa Kemuning, Kecamatan Tunjung Teja
8. Sukroni, petugas TPS 11 Sesa Tunjunh Teja, Kecamatan Tunjung Teja
9. Pendi, petugas TPA 18 Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa
10. Anis Puad, Petugas TPS 1 Desa Sujung, Kecamatan Tirtayasa
11. Sri Wahyuni, petugas TPS 3, Desa, Cilayang, Kecamatan Cikeusal
12. Maesaroh, Petugas TPA 8 Desa Sasahan, Kecamatan Waringinkurung
"Data-data ini kita telah laporkan ke KPU RI, segala hal yang menyangkut bantuan untuk sekedar membantu para petugas ini kami serahkan ke KPU RI," katanya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya