3 Penumpang helikopter Airfast di Papua ditemukan tewas
Merdeka.com - Tiga penumpang Helikopter Airfast PK-ODA ditemukan dalam kondisi tewas di antara reruntuhan helikopter nahas yang jatuh di lembah dekat terowongan 73, Tembagapura, Mimika, Papua.
Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait, yang dihubungi dari Timika, Minggu, mengatakan para korban sedang dievakuasi ke Rumah Sakit Tembagapura untuk proses identifikasi.
Ketiga penumpang itu adalah pilot Shri Krishnan asal Selandia Baru dan penumpang asal Papua yakni Iyan Timisela dan Adrianus Amba Sangka.
"Perusahaan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk evakuasi para korban," kata Ramdani, seperti dikutip dari antara, Minggu (18/3).
Sementara itu, sejumlah kerabat para korban terus berdatangan ke hanggar Helikopter Airfast di Bandara Mozes Kilangin Timika sejak Minggu pagi untuk mendapatkan informasi tentang nasib keluarga mereka.
Yapi Timisela, kakak kandung Iyan Timisela, karyawan PT Pangansari Utama yang ikut menumpang helikopter nahas itu mengatakan keluarga sangat berharap Iyan bisa ditemukan dalam kondisi selamat.
"Kami berharap jangan sampai terjadi musibah dan Iyan bisa kembali dalam keadaan selamat," kata Yapi.
Ia menuturkan, Iyan Timisela yang berasal dari Kampung Hulaliu Ambon sudah tiga tahun bekerja di PT Pangansari Utama. Lelaki berusia 31 tahun itu hingga kini masih bujang dan tinggal di Lorong Griya 9, Jalan Budi Utomo, Timika.
Helikopter Airfast dengan nomor registrasi PK-ODA dioperasionalkan oleh perusahaan Eksplorasi Nusa Jaya.
Pada Minggu pagi, pihak Airfast mengerahkan tiga unit helikopter dari Bandara Mozes Kilangin Timika untuk melakukan pencarian helikopter yang hilang kontak sejak Sabtu (17/3) siang itu. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya