Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Pelaku curanmor yang ditembak mati juga beraksi di Tulungagung

3 Pelaku curanmor yang ditembak mati juga beraksi di Tulungagung Kapolrestabes Surabaya jumpa pers curanmor ditembak mati. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Kombes Pol Setija Junianta mengungkap, tiga kawanan pelaku curanmor yang ditembak mati anggotanya Rabu dini hari tadi (24/9) di Jalan Merr, merupakan kawanan pelaku dengan banyak TKP. Tak hanya di Surabaya, melainkan juga di beberapa daerah di Jawa Timur.

Hal ini terlihat dari barang bukti motor Yamaha V-Ixion dan mobil Honda Odissey yang dikendarai para pelaku, menggunakan plat nomor palsu. Yahama V-Ixion menggunakan Nopol S 4883 ER dan untuk mobil Honda Odissey menggunakan B 2677 JC.

"Ini bukan plat nomor untuk penggunaan Yamaha V-Ixion dan Honda Odissey. Untuk yang Yamaha V-Ixion, ini hasil kejahatan dengan TKP Tulungagung yang akan dibawa menyeberang ke Madura. Plat aslinya AG 5180 PN," terang Setija di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (24/9) sore.

Untuk barang bukti mobil, polisi masih melakukan pengecekan. "Nanti kita akan lihat nomor mesin rangka dan mesinnya, nanti kita cek akan kelihatan ini mobil dari mana," katanya.

Sementara ketiga pelaku yang ditembak mati polisi karena menyerang polisi dengan senjata tajam saat akan ditangkap itu adalah Muhammad Rosul alias Fahris (25), Ubai Dillah alias Obet alias Farhat (28), dan Bleduh (30). Ketiganya warga Dusun Batupuro, Desa Batupuro Barat, Kecamatan Kedungdung, Sampang, Madura.

Sedangkan dari data kepolisian, atas kejahatan ketiga pelaku ini setidaknya ada beberapa laporan polisi (LP) di antaranya: Laporan Polisi Nomor LP/284/B/VII/2014/Jatim/Restabes Sby/Sek Wonocolo, tanggal 22 Juli 2014, LP/287/B/VII/2014/Jatim/Restabes Sby/Sek. Wonocolo, tanggal 24 Juli 2014.

Kemudian Laporan Polisi Nomor: LP/475/C/VIII/2014/Jatim/Restabes Sby/Sek. Sawahan, Tanggal 17 Agustus 2014, LP/129/VI/2014/Jatim/Restabes Sby/Sek. Gayungan , Tanggal 05 Juni 2014, LP/690/B/VIII/2014/Jatim/Restabes Sby, Tanggal 07 Agustus 2014, LP/60/B/VII/2014/Jatim/restabes Sby/Sek. Wonocolo, Tanggal 16 Juli 2014, dan laporan polisi dari Tulungangung, yaitu LP/18/XI/2014/Jatim/Res. Tulungagung/Sek. Boyolangu, tanggal 17 September 2014

"Untuk TKP di Surabaya sendiri antara lain, Rusun Aparna Jalan Siwalankerto Timur V, Jalan Pasar kembang, Jalan Jemursari, Jalan A. Yani dan Jalan Gubeng," papar mantan Kapolres Sidoarjo itu.

Perwira dengan tiga melati di pundak ini juga mengungkap, para pelaku yang ditembak mati ini, kerap berganti-ganti pasangan. Salah satu pelaku yang kerap dijadikan pasangannya adalah, saat ini menjadi tahanan Polrestabes Surabaya karena kasus narkoba.

"Ada satu tahanan kita di dalam, mengaku pernah menjadi pasangan pelaku yang kita tindak tegas ini. Hanya saja dia kita tangkap karena kasus narkoba. Tersangka narkoba ini mengaku pernah menjarah bersama ketiga pelaku di Rusun Aparna Jalan Siwalankerto Timur V," ungkapnya.

Dan kini, sepak terjang ketiga pelaku ini, berakhir sudah diujung pelor anggota Tim Hunter Jatanras Polrestabes Surabaya, yang curiga dengan kendaraan pelaku saat menggelar patroli di kawasan Jalan Merr.

Sebelumnya, sekitar pukul 23.00 WIB, hari Selasa malam kemarin, Tim Hunter Jatanras menghentikan laju kendaraan Yamaha V-Xion yang dikendarai tersangka Farhat dan Faris.

Saat dilakukan penggeledahan, tiba-tiba dari arah belakang, muncul Honda Oddesey yang dikemudiakan tersangka Bleduh dan menabrak kendaraan petugas. Setelah menabrakan mobilnya, Bleduh keluar dan mengacungkan senjata clurit ke arah petugas, yang diikuti oleh tersangka Farhat dan Faris dengan mengeluarkan pisau penghabisan.

Tak ingin membahayakan dirinya, petugas akhirnya terpaksa menembak dada ketiga tersangka dan dinyatakan tewas saat hendak dibawa ke rumah sakit.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP