Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Cerita Sandiaga Uno terkejut setelah blusukan

3 Cerita Sandiaga Uno terkejut setelah blusukan Gaya paslon presiden dan wakil presiden saat pidato singkat. ©2018 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Cawapres Sandiaga Uno kerap kali blusukan ke pasar-pasar untuk mengecek kondisi harga terkini. Dia bertemu para ibu maupun pedagang untuk menanyakan harga apa saja yang stabil dan naik. Dari hasil blusukan, banyak ibu-ibu yang mengeluhkan harga naik, dan ada juga pedagang yang mengeluh barang dagangannya tidak laku.

Bahkan dari penemuan Sandi, ada juga barang dagangan yang sangat murah, hingga ia terkejut. Berikut beberapa momen Sandi saat blusukan ke pasar-pasar:

Sandi terkejut harga makanan masih ada Rp 1.000

harga makanan masih ada rp 1000 rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Di Solo, Jawa Tengah, terkenal makanannya yang enak dan murah. Wajar saja banyak pengunjung yang datang ke kota itu, sambil menikmati kulinernya. Tapi tidak untuk Sandi. Dia terkejut saat mengetahui makanan di kota Solo yang harganya Rp 1.000. Makanan itu adalah serabi Haji Umar di Notosuman, Solo. "Enak banget ini serabi. Berapa tadi harganya? Seribu ya. Hebat ya." kata Sandi.

Sandi menyebut Jawa Tengah sebagai jantungnya Indonesia. Ini karena penduduknya yang paling besar. Sandi juga mengibaratkan ekonomi Jawa Tengah seperti raksasa yang tengah tidur.

Ada tempe dalam kemasan sachet

dalam kemasan sachet rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Saat ke Pasar Sendiko, Semarang, Sandi menemukan penjual yang menjual tempe dalam bentuk sachet. Di pasar itu, tempe sachet dijual seharga Rp 350. Menurut penjual, tempe sachet ini dijual untuk menyiasati naiknya harga tempe.Sandi mengapresiasi langkah para pedagang ini. Para penjual menjual tempe yang dipotong kecil-kecil dan dibungkus plastik transparan.

Ada tempe setipis kartu ATM

setipis kartu atm rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sandi mengaku menemukan tempe setipis kartu ATM di Duren Sawit, Jakarta Timur. Hal ini, menurutnya, imbas dari nilai rupiah yang melemah. "Tempe sekarang sudah dikecilkan. Dan tipisnya sama kayak kartu ATM. Tahu Ibu Yuli di Duren Sawit, jualan tahu dikecilin karena tidak bisa menaikkan harga karena tidak akan laku karena daya belinya," kata Sandiaga.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP