3 Bulan buron, bandar sabu internasional tewas ditembak polisi
Merdeka.com - Ruslan alias Cullang alias Cl (28), warga Jalan Balana, Makassar ditembak mati tim khusus Polda Sulsel, Selasa (28/3) pagi di daerah Pasang Kayu, Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat. Ruslan sebelumnya sempat buron selama tiga bulan.
Polda Sulsel mencatat Ruslan adalah bandar besar narkoba yang sudah beroperasi sejak lima tahun silam. Sudah lima jaringan dari Ruslan ini dalam mengerjakan narkoba yang tertangkap. Terakhir sabu yang disita yang asal muasalnya dari Ruslan ini adalah sabu seberat 9 kilogram di pelabuhan Makassar.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono menjelaskan Ruslan ini cukup licin. Sejak tahu dirinya jadi buron, dia berpindah-pindah tempat dan ke mana-mana selalu dengan penyamaran untuk menghindari petugas.
"Alhasil ditangkap juga di kemarin Subuh pukul 04.00 WITA di kos-kosannya di Kabupaten Mamuju Utara. Sempat melakukan perlawanan sehingga anggota keluarkan tembakan. Selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara. Ruslan ini bandar narkoba sindikat internasional. Asal narkobanya dari China, masuk Malaysia lalu ke Indonesia melalui Tarakan di Provinsi Kalimantan Utara," jelas Muktiono saat jumpa pers di RS Bhayangkara didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani, Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel Kombes Polisi Eka Yudha dan Kapolrestabes Makassar Kombes Polisi Endi Sutendi, Rabu (29/3).
Barang bukti yang diamankan antara lain uang tunai pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 12,7 juta, sembilan ponsel, sebilah badik, satu cincin emas dan buku rekening.
"Banyak memegang ponsel itu salah satu modus bagaimana menghindari petugas," kata Irjen Polisi Muktiono.
Dicky Sondani menambahkan pelaku Ruslan ini bukan pengguna narkoba. "Tidak konsumsi narkoba itu mungkin sengaja pelaku tidak lakukan agar otaknya encer, tidak terganggu dalam jalankan bisnis narkobanya," kata Dicky. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya