3 Aksi progress 98 sudutkan Jokowi-Mega
Merdeka.com - Massa yang menamakan diri progress 98 belakangan muncul di masa pilpres. Kemunculan mereka disorot media karena melaporkan hal-hal yang janggal yang kaitannya selalu menyasar Jokowi dan Megawati Soekarnoputri .
Kemunculan pertama kelompok ini melaporkan Mega dengan tudingan punya pesanan khusus soal kasus korupsi Transjakarta. Saat itu Jaksa Agung dituduh ada main dengan Mega sehingga kasus korupsi Transjakarta tidak akan melibatkan Jokowi . Namun anehnya, kelompok ini mengaku kabar tersebut berasal dari penyidik KPK yang sulit dibuktikan kebenarannya karena tidak ada bukti konkret.
Yang teranyar, melaporkan dugaan korupsi Jokowi ke KPK atas tuduhan korupsi pula. Alih-alih melaporkan dugaan korupsi Joko Widodo , massa pimpinan Faizal Assegaf dan Eggi Sudjana itu malah membuat keributan. Sampai baku hantam nyaris terjadi. Menghindari hal yang tidak diinginkan aparat pun membawa paksa beberapa dari mereka ke kantor polisi.
Berikut adalah cerita aksi lengkap progress 98 seperti yang dikumpulkan :
Ribut dengan keamanan KPK
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSejumlah orang menamakan diri Progress 98 sore hari ini mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Alih-alih melaporkan dugaan korupsi Joko Widodo, massa pimpinan Faizal Assegaf dan Eggi Sudjana itu malah membuat keributan.Dari pantauan merdeka.com, massa itu berdatangan sejak pukul 16.30 WIB. Jumlah anggota massa sekitar 30 orang. Eggi tiba belakangan.Keributan berawal ketika Juru Bicara KPK, Johan Budi menemui beberapa anggota Progres 98 sedang menemui bagian pengaduan masyarakat. Beberapa anggota Progres 98 nampaknya tidak terima dan mendesak supaya hanya pimpinan KPK berhak menemui mereka."Kamu siapa?! Mana kontribusi KPK? KPK takut sama Jokowi?! Takut sama Megawati?!," kata seorang pria dengan nada membentak.Johan merasa tidak terima dan sempat terpancing menimpali pernyataan pria itu. Dia pun berusaha membela diri."Saya di sini cuma diminta menemui. Kok marah-marah. Kalau tidak mau ditemui ya sudah," kata Johan.Mendengar pernyataan itu, beberapa anggota Progres 98 makin beringas dan berteriak-teriak. Mereka bahkan berusaha melayangkan pukulan kepada Johan. Tetapi tindakan itu berhasil dilerai oleh beberapa petugas keamanan.Akhirnya, guna menengahi cekcok Johan dibawa keluar ruangan dan menawarkan jalan dialog. Tetapi, dalam diskusi itu Eggi sebagai perwakilan ngotot supaya pimpinan KPK datang menemuinya. Karena tidak tercapai kesepakatan, maka kedua belah pihak hanya saling meminta maaf.Menurut penjelasan Eggi, kedatangan mereka hari ini buat menanyakan ihwal laporan tentang rekening terselubung milik Joko Widodo di dalam dan luar negeri, serta perkembangan laporan dugaan korupsi pengadaan bus Transjakarta dan perkara rasuah penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.
Sampaikan transkrip Jaksa Agung-Mega
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comProgres 98 hari ini mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menyampaikan surat klarifikasi terkait bocoran transkip rekaman pembicaraan antara Jaksa Agung dengan orang nomor satu PDIP. Isi pembicaraan itu diduga meminta pihak kejaksaan agar tak menyeret calon presiden Joko Widodo (Jokowi) ke dalam kasus korupsi Transjakarta senilai Rp 1,5 Triliun.Ketua Progres 98 Faizal Assegaf mengaku mendapatkan transkip rekaman tersebut dari salah seorang anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangannya ke Kejagung untuk memperlihatkan bukti transkrip pembicaraan yang sudah dicetak di beberapa kertas."Transkrip ini diberikan oleh utusan Bambang Widjojanto 6 Juni sore waktu kami ke KPK," kata Faizal di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (18/6).Faizal mengatakan, pada awalnya dia tak yakin dengan transkrip itu. Namun setelah dia diperdengarkan oleh utusan KPK tersebut, dia yakin bahwa rekaman tersebut adalah percakapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Jaksa Agung Basrief Arief."Kalau dilihat dia memang utusan KPK dan dia memperdengarkan rekaman itu, dan saya yakin. Makanya kami ingin klarifikasi. Mbak Mega saya hafal suaranya, tapi kalau Pak Basrief saya belum tahu," ujarnya.Faizal pun mengaku tak membawa rekaman digital percakapan tersebut. Dia hanya membawa bukti transkrip yang telah dicetak dengan alasan rekaman digital itu tidak diberikan langsung oleh anggota KPK tersebut."Saya bertanggung jawab (atas rekaman itu). Soal palsu atau tidak itu makanya harus dibuktikan. Utusan KPK itu tidak mau menyebutkan namanya, bajunya putih ada tulisan KPK," paparnya.Menanggapi ini Jaksa Agung Basrief Arief geram dan menegaskan, transkrip pembicaraan dirinya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak benar. Basrief melaporkan kelompok Progres 98 ke Markas Besar Polri."Saya nyatakan berita (transkrip pembicaraan) ini tidak benar dan ini merupakan fitnah," kata Basrief dalam jumpa pers di Kejaksaan Agung.Bersamaan dengan pernyataan itu, laporan pengaduan kepada kepolisian disampaikan dengan Nomor B108/A/L.1/06-2014. Laporan terkaitan pemberitaan online Inilah.com bersumber dari Progres 98, yang memberitakan adanya transkrip rekaman pembicaraan dirinya dengan Megawati.
Buat jatuhkan citra Jokowi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPenelusuran merdeka.com, Faizal adalah mantan aktivis mahasiswa 1998. Bersama-sama rekannya sesama bekas aktivis, dia mendirikan Progres 98. Nama Faizal juga tercatat sebagai salah satu editor di media online, visibaru.com.Lewat Progres 98, Faizal banyak melakukan aksi yang menyorot perhatian publik. Kubu Jokowi-JK mengungkapkan Faizal adalah orang yang diduga pernah menerbitkan buletin yang cuma satu edisi untuk memfitnah Sri Mulyani dan Arifin Panigoro tiga tahun yang lalu."Publik harus mencatat kredibilitas Faizal Assegaf ini layak dipertanyakan," kata Juru Bicara Jokowi-JK Hasto Kristiyanto lewat pernyataan tertulis, Kamis (19/6).Faizal Assegaf juga dikenal sebagai pengkritik keras ketika Jokowi mengumumkan rekening dana kampanye. Bahkan, dia melaporkan Jokowi ke KPK atas pembukaan rekening tersebut.Namun, kata Hasto, Faizal diam seribu bahasa ketika Prabowo-Hatta ikut-ikutan membuka rekening yang bisa menjadi ukuran transparan tidaknya pengelolaan dana kampanye pilpres."Jadi dia pasti berada di kubu seberang. Mudah ditebak bahwa serangan transkrip buatan itu bagian dari proyek menjatuhkan citra Jokowi," kata Hasto.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya