28.384 Keluarga di Solo dapat bantuan PKH dan BPNT dari Mensos
Merdeka.com - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Solo, Kamis (13/9). Bantuan diserahkan untuk 28.384 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Rincian KPM itu 13.215 dan non PKH 15.169. Sedangkan total jumlah bantuan sebesar Rp 37.466.880.000 selama 12 bulan.
Agus Gumiwang mengatakan, Kota Solo masuk dalam program BNPT sejak tahun 2017 dengan jumlah peserta 28.384 KPM. Saat ini pencairan BPNT sedang dilakukan penyalurannya untuk tahap VIII dan Bantuan Sosial PKH Tahap III.
Menurut dia, saat ini ada 400 KPM yang hadir untuk menerima bantuan. 200 KPM berasal dari Kecamatan Jebres, 100 KPM Kecamatan Banjarsari, 50 KPMasal Kecamatan Serengan, Pasar Kliwon sebanyak 25 KPM serta Kecamatan Laweyan 25 KPM.
"Pencairan BPNT dilakukan di e-Warong yang terdiri dari e-Warong KUBE, Agen 46 dan RPK. Saat ini jumlah e-Warong di Kota Solo ada 96 e-Warong dan akan terus bertambah untuk mendukung pelaksanaan BPNT," kata Agus Gumiwang yang berafiliasi dengan Kemenko PMK tersebut.
Lebih lanjut politisi Partai Golkar ini menjelaskan, Kota Solo dengan jumlah penerima BPNT 28.384 KPM yang tersebar di 5 Kecamatan, setelah dipetakan dibutuhkan kurang lebih sebanyak 113 e-Warong. Kota Solo juga telah difasilitasi dengan kendaraan bermotor delivery order 4 unit yang merupakan bantuan dari Bank BNI dan Bank Mandiri.
"Kendaraan ini untuk melayani KPM yang jangkauannya jauh dan melayani KPM yang tidak dapat melakukan transaksi Pembelanjaan di e-Warong," katanya.
Dia menambahkan, bantuan sosial dari Kementerian Sosial RI Tahun 2018 di Kota Solo, selain PKH dan BPNT juga terdapat Bantuan Sosial Disabilitas dan Bantuan Lanjut Usia. Total keseluruhan Bantuan berjumlah Rp 67.530.460.000. Jumlah pendamping BPNT sebanyak 7 orang, terdiri dari 5 TKSK, 1 Korteks dan 1 Supervisor. Sedangkan SDM PKH Kota Solo sebanyak 53 orang.
"Realisasi bantuan pangan non tunai di Kota Solo sampai dengan bulan Agustus sebesar 75,57 persen. Untuk realisasi penyaluran bantuan sosial PKH bulan Agustus mencapai 23 persen," kata dia.
Sebagaimana diketahui, tahun 2017 Pemerintah telah mencanangkan uji coba Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT dengan sasaran terbatas. BPNT merupakan transformasi dari subsidi rastra ke Bantuan Sosial Pangan. Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial serta mendorong keuangan inklusif.
"Program ini sesuai dengan arahan Presiden agar bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non tunai melalui sistem perbankan. Dengan bantuan sosial non tunai, selain meningkatnya transparansi dan akuntabilitas program, juga dapat mendukung perilaku produktif, belajar menabung dan mengenal perbankan," tuturnya.
Selain menyerahkan BPNT, Menteri Sosial juga mengunjungi Training Center Atlet Diasbilitas Asian Para Games dan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso, Solo di Jalan Tentara Pelajar, Jebres.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya